Ledakan Misterius di Langit Lalu Gempa, Warga Kira Kiamat Tiba

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Hutan. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dentuman keras tiba-tiba terdengar dari langit pada pagi hari, disusul getaran yang mengguncang tanah dan bangunan. Warga yang panik langsung berhamburan keluar rumah dan mengira kiamat telah tiba.

Belakangan diketahui, suara mengerikan tersebut berasal dari salah satu ledakan terbesar dalam sejarah modern yang kekuatannya ditaksir mencapai 1.000 kali bom atom Hiroshima.

Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Juni 1908, tepat hari ini 118 tahun lalu, di kawasan Sungai Podkamennaya Tunguska, Siberia, Rusia. Pada pukul 07.17 waktu setempat, langit mendadak dipenuhi cahaya terang sebelum dentuman besar dan gelombang kejut menyapu wilayah di bawahnya.


Mengutip BBC International, warga di Desa Kezhemskoe menggambarkan suara ledakan itu bermula seperti deru angin kencang. Sampai akhirnya berubah menjadi bunyi mengerikan menyerupai tembakan senjata dan tabrakan benda raksasa yang nyaris memecahkan gendang telinga selama beberapa menit. 

Pilihan Redaksi
  • Fenomena Operasi Ganti Warna Mata, Ahli Beberkan Fakta di Baliknya
  • Teknologi AI Milik RI Pantau 'Kiriman' Matahari Sebelum Sampai ke Bumi

Ledakan tersebut kemudian membuat tanah bergetar dan bangunan berguncang. Bahkan, membuat sejumlah stasiun meteorologi di Eropa mencatat gelombang tekanan atmosfer dan aktivitas seismik yang tidak biasa. Beberapa surat kabar bahkan menduga telah terjadi aktivitas vulkanik besar.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut panik dan berlarian tunggang langgang. Sebab, ingatan dunia masih dibayangi letusan Gunung Krakatau di Indonesia pada 1883 atau hanya 25 tahun sebelumnya. Kala itu, terdengar kabar kalau penduduk Indonesia awalnya juga mendengar suara ledakan dari langit yang diikuti tsunami hingga menghancurkan kawasan pesisir dan mengubah suhu global. Banyak orang di Siberia pun khawatir bencana serupa kembali terjadi.

Untungnya titik suara ledakan di Tunguska terjadi di wilayah hutan terpencil sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampaknya tetap luar biasa. Sekitar 80 juta pohon dilaporkan tumbang di area seluas lebih dari 2.000 kilometer persegi.

Besarnya kerusakan membuat para ilmuwan selama puluhan tahun berupaya mengungkap penyebab peristiwa tersebut. Mengutip riset berjudul "The Tunguska Event", pada 1927, ahli mineral Rusia Leonid Alexejewitsch Kulik memimpin ekspedisi ke lokasi ledakan seraya berharap menemukan sisa kawah dan serpihan benda karena menduga ini disebabkan oleh meteor.

Namun, hasil ekspedisi justru menambah misteri. Kulik tidak menemukan kawah besar maupun sisa meteor. Dia hanya menemukan hamparan hutan yang rata dengan tanah serta beberapa lubang kecil yang diduga merupakan dampak pecahan ledakan.

Sejak saat itu, berbagai teori bermunculan. Ada yang meyakini penyebabnya adalah meteor yang meledak di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi. Lalu, ada pula yang menyebutnya itu komet.

Namun, NASA lewat situs resminya mengungkap, penyebabnya adalah meteor yang meledak di atmosfer. Benda langit itu memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 54.000 kilometer per jam sebelum pecah pada ketinggian sekitar 8,5 kilometer.

Ledakan tersebut diperkirakan melepaskan energi sekitar 15 megaton TNT atau hampir 1.000 kali lebih besar dibandingkan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 1945.

Meski telah berlalu lebih dari satu abad, Ledakan Tunguska masih menyisakan banyak tanda tanya. Sampai sekarang, tidak ditemukan sedikitpun serpihan benda langit di sekitar lokasi. Dunia kini memperingati kejadian di Tunguska sebagai Hari Asteroid International.


(mfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Solusi HashMicro Bantu Industri Perkuat Manajemen Risiko Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korupsi Jual Beli BBM Terungkap, Empat Orang Jadi Tersangka
• 10 jam laludetik.com
thumb
Nadiem Makarim Nangis Setiba di PN Tipikor Jakpus, Disambut Driver Gojek
• 17 jam laludisway.id
thumb
Galeri 24 Perkuat Ekspansi Bisnis, Permudah Jual Beli Emas
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jepang luncurkan panel lintas kementerian untuk saring investasi asing
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Vivo konfirmasi X Fold 6 bakal meluncur ke pasar global
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.