Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 1.063 jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 109, 110, dan 111 tiba kembali di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji di Arab Saudi, Selasa (30/6/2026). Kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga yang telah menanti lebih dari 40 hari.
Raut bahagia tampak menghiasi wajah para jemaah setibanya di Kabupaten Kediri. Salah satunya Aminah Faizah, jemaah Kloter 111 asal Kecamatan Plemahan yang berangkat bersama suaminya.
Ia mengaku bersyukur dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah senang bisa kembali pulang dengan keadaan sehat setelah kurang lebih 40 hari di sana,” ungkap Aminah.
Menurut Aminah, seluruh prosesi ibadah haji berjalan lancar. Meski demikian, rombongan Kloter 111 tidak bermalam di Muzdalifah dan hanya melintas (murur) sesuai pengaturan yang diterapkan petugas haji.
Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti saat pemeriksaan barang bawaan menjelang kepulangan ke Indonesia. Hanya saja, para jemaah diingatkan agar tidak membawa air zamzam dalam kemasan jeriken ke dalam koper bagasi.
“Yang banyak menjadi kendala itu kan membawa air zamzam. Jeriken tidak boleh dibawa. Kalau botol 600 mililiter boleh dibawa, tapi harus dibawa langsung, tidak dimasukkan ke koper besar. Saya bawa 10 botol. Kan juga sudah dapat jatah 5 liter air zamzam dari Kementerian Haji,” jelasnya.
Aminah menuturkan, cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri selama menjalankan ibadah. Untuk menjaga kondisi tubuh, ia memilih lebih banyak beristirahat di dalam tenda pada siang hari dan hanya keluar ketika diperlukan.
“Kalau siang ya di tenda saja. Kalau terpaksa keluar ke kamar mandi ya pakai payung, topi, sama kacamata hitam,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kediri, Sumarlan, mengatakan seluruh jemaah dari Kloter 109 hingga 111 telah tiba di Kabupaten Kediri. Namun, dua jemaah sempat mengalami gangguan kesehatan saat proses pemulangan.
“Satu jemaah dari Kloter 109 sempat dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya, kemudian satu lagi dirawat di RSKK Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Ia berharap kedua jemaah tersebut segera pulih sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga. “Kita doakan bersama mudah-mudahan yang sakit segera diberikan kesembuhan sehingga bisa kembali bergabung dengan keluarga yang tentunya sudah merindukan kehadiran beliau,” ujarnya.
Sumarlan menegaskan Pemerintah Kabupaten Kediri akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Pemerintah daerah selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan ibadah haji, sehingga dapat membantu dan memperlancar masyarakat dalam melaksanakan ibadah,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, mengatakan apabila pemulangan Kloter 112 berjalan sesuai jadwal, maka total jemaah haji Kabupaten Kediri yang kembali ke daerah asal mencapai 1.210 orang. “Kalau dari Kloter 109 sampai dengan 112 nanti tidak ada kendala lagi, maka yang pulang 1.210 jemaah,” katanya.
Kloter 112 sendiri membawa sebanyak 147 jemaah asal Kabupaten Kediri. Meski demikian, hingga saat ini masih terdapat satu jemaah yang belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan intensif di Arab Saudi. Jemaah tersebut adalah Norma Asrining Sukma (48), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, yang tergabung dalam Kloter 110.
Norma saat ini dirawat di Rumah Sakit Al Noor Specialist, Makkah, setelah didiagnosis mengalami severe pneumonia atau pneumonia berat. Kondisinya terus dipantau oleh petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.
Mahfudzia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan tim kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi Norma hingga dinyatakan layak kembali ke Indonesia.
Pendampingan medis juga terus diberikan guna memastikan seluruh kebutuhan kesehatan jemaah terpenuhi selama menjalani perawatan di Tanah Suci. [nm/suf]




