Liputan6.com, Jakarta - SMA Nasional KPS Balikpapan, Klalimantan Timur yang saat ini berstatus Sekolah Unggul Garuda Transformasi menciptakan ekosistem berbasis riset melalui konsep laboratorium hidup untuk menghasilkan ragam inovasi teknologi ramah lingkungan yang berdampak bagi masyarakat.
"Kami secara konsisten mengasah berpikir kritis segenap siswa dengan mewajibkan penyusunan karya tulis ilmiah di kelas 11 serta memaparkannya dalam forum ilmiah berskala nasional dan internasional ketika mereka memasuki kelas 12," ujar Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan Noor Yanti Aziza di Balikpapan, melansir Antara, Senin 29 Juni 2026.
Advertisement
Dia menjelaskan, forum ilmiah tersebut menghadirkan para penguji kompeten dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Riset Daerah, Pusat Penelitian Universitas lokal, hinga akademisi luar negeri asal Australia, Amerika Serikat, serta Rusia.
"Penerapan program laboratorium hidup di sekolah tersebut memicu para pelajar menciptakan alat filter mikroplastik dari sabut kelapa untuk mesin cuci serta memproduksi cairan sampo herbal berkhasiat dari tanaman karamunting," kata Noor Yanti.
"Siswa kami juga mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel B100 skala kecil untuk dibagikan ilmunya kepada sekolah lain sekaligus turut membantu operasional para petani rumput laut yang berada di daerah Manggar, Balikpapan," sambung dia.




