JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut positif usulan Universitas Nasional (UNAS) agar sastrawan dan pemikir besar Indonesia, Sutan Takdir Alisjahbana (STA), dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Menurutnya, kontribusi seorang pahlawan tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan bersenjata, tetapi juga lewat pemikiran yang membentuk bangsa.
BACA JUGA:PT Katup Industri Indonesia Gandeng OMS Italia, KII Bawa Teknologi Valve Kelas Dunia ke Indonesia
Gus Ipul menilai STA memiliki jasa besar dalam membangun fondasi pendidikan dan memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mampu menjawab kebutuhan negara modern.
Kontribusi tersebut dinilai layak mendapat perhatian dalam proses penetapan calon Pahlawan Nasional.
“Pak Sutan Takdir Alisjahbana memang tidak berjuang di medan perang, tetapi beliau memberikan sumbangsih besar melalui pendidikan dan pengembangan bahasa Indonesia yang diterima semua kalangan,” ujar Gus Ipul, di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
BACA JUGA:Lewat CEO Talks, Direktur Pegadaian Ajak 'Anak Muda Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini'
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto membuka ruang lebih luas bagi tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak mendapat perhatian untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.
Karena itu, pemerintah mendorong munculnya nama-nama baru yang memiliki kontribusi nyata terhadap bangsa.
Sebagai alumni Universitas Nasional, Gus Ipul juga mengenang sosok STA yang pernah menjadi rektor kampus tersebut.
Menurutnya, STA dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir dan berekspresi di lingkungan akademik.
BACA JUGA:8 Raksasa Eropa Berebut Ayyoub Bouaddi, Lille Tetapkan Syarat Khusus yang Harus Dipenuhi Klub Peminat
“Saya masih merasakan kepemimpinan beliau. Tidak ada pembatasan dalam menyampaikan pendapat. Universitas Nasional saat itu menjadi ruang diskusi bagi banyak aktivis dari berbagai kampus,” katanya.
Terkait proses pengusulan, Gus Ipul menjelaskan bahwa nama STA masih berada dalam tahap administrasi dan belum masuk ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang dipimpin Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Kementerian Sosial akan terus mengawal seluruh tahapan hingga proses penilaian selesai.
Ia juga menegaskan pemerintah membuka kesempatan bagi pemerintah daerah, komunitas, maupun lembaga pendidikan untuk mengusulkan tokoh-tokoh lain yang dinilai berjasa bagi bangsa, termasuk para sastrawan dan budayawan Indonesia yang karya serta pemikirannya memberikan pengaruh besar bagi perkembangan nasional.





