JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah menyatakan dukungan terhadap kerja sama lisensi teknologi yang dijalin PT Katup Industri Indonesia (KII) dengan OMS Italia.
Kemitraan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan industri valve dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok sektor minyak dan gas (migas).
Director General of Oil and Gas Engineering and Environment, Joko Hadi Wibowo mengatakan kolaborasi antara perusahaan nasional dan mitra global seperti OMS merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas manufaktur Indonesia.
"Kami menyambut baik pelaksanaan perjanjian ini sebagai salah satu langkah konkret dalam memperkuat kapasitas industri penunjang tingkat nasional, khususnya pada sektor manufaktur valve," kata Joko dalam sambutannya.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi bisnis, tetapi juga mendukung peningkatan penguasaan teknologi, memperbesar kemampuan produksi nasional, serta mendorong industri Indonesia agar mampu memenuhi standar internasional.
Joko menjelaskan pemerintah saat ini terus memperkuat program swasembada energi. Upaya itu tidak hanya bertujuan menjaga kecukupan pasokan energi, tetapi juga memastikan energi dapat diakses secara mudah, terjangkau, berkeadilan, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Ia menambahkan pemerintah mengembangkan kebijakan tersebut berdasarkan empat pilar utama, yakni availability, accessibility, affordability, dan acceptability.
Dalam kerangka itu, keberadaan industri valve nasional memiliki posisi strategis. Valve menjadi komponen penting yang mendukung berbagai aktivitas di sektor migas, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan hingga distribusi energi.
"Kemampuan industri di dalam negeri untuk memproduksi valve yang memenuhi standar teknis dan kualitas internasional merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pasokan migas nasional," ujarnya.
Joko juga menekankan bahwa peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus diikuti dengan penguatan kemampuan industri, bukan hanya memenuhi persyaratan administrasi.
Menurutnya, implementasi TKDN perlu menghasilkan peningkatan penguasaan teknologi, kualitas sumber daya manusia, investasi, hingga kemampuan memproduksi barang yang mampu bersaing di pasar global.
"TKDN harus mencerminkan peningkatan kapasitas nyata industri nasional, penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, perluasan investasi, serta kemampuan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global," jelasnya.
Lebih lanjut, pemerintah berharap kemitraan KII dan OMS Italia mampu menghadirkan transfer pengetahuan secara berkelanjutan, memperkuat sistem mutu, meningkatkan standar produksi, serta mengembangkan kemampuan teknis industri dalam negeri.
Dengan langkah tersebut, industri valve nasional diharapkan semakin kompetitif dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok migas yang lebih kuat.
Joko Hadi Wibowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, industri manufaktur, asosiasi, lembaga sertifikasi, hingga mitra teknologi untuk mempererat kolaborasi dalam membangun ekosistem migas nasional yang mandiri dan berdaya saing.
- 1
- 2
- »




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782361/original/032878400_1782884333-Kapolri_Jenderal_Listyo.jpeg)
