jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengunjungi rumah duka Muhammad Rifki Renaldi, peserta pelatihan SPPI yang meninggal dunia di Kabupaten Sumedang, Selasa (30/6).
Kehadiran mantan Kasad tersebut merupakan bentuk belasungkawa resmi dari negara atas gugurnya sang kader bangsa saat masa pendidikan.
BACA JUGA: Buntut Lima Peserta Wafat, Menhan Sjafrie Setop Pelatihan Militer SPPI
Dudung mengatakan kehadirannya merupakan bentuk belasungkawa negara kepada keluarga almarhum yang meninggal saat mengikuti pelatihan SPPI.
"Kami datang ke sini dengan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Rifki pada saat pelatihan SPPI. Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Dudung dalam dialog dengan keluarga almarhum, sebagaimana keterangan Kantor Staf Presiden (KSP) yang diterima di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA: 5 Peserta SPPI Meninggal, Nurdin Halid DPR Dorong Evaluasi Sistem Pelatihan & Penguatan SDM Koperasi Desa Merah Putih
Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Infanteri Dadi Sutandi, dan Dandim 0610/Sumedang Letnan Kolonel Artileri Kusuma Ardianto.
Menurut Dudung, almarhum merupakan salah satu putra bangsa yang tengah dipersiapkan melalui pendidikan untuk mengemban tugas membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: Pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran bagi SPPI Dinilai Perlu Evaluasi Serius
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kedua orang tua almarhum atas ketabahan dan keikhlasan mereka. Dalam kesempatan itu, Dudung menyerahkan santunan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian atas musibah tersebut.
Setelah bertemu keluarga, Dudung beserta rombongan berziarah ke makam almarhum untuk mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir.
Menanggapi evaluasi program SPPI, Dudung mengatakan pemerintah tengah meninjau pelaksanaan pelatihan fisik agar lebih mengutamakan keselamatan peserta.
"Ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung, sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena kan ini calon-calon manajer nanti. Itu yang dititikberatkan," ujarnya.
Menurut Dudung, pembekalan selanjutnya akan lebih difokuskan pada penguatan teori dan praktik manajemen. Selain itu, durasi pendidikan dan pelatihan juga dipersingkat dari semula dua bulan menjadi sekitar satu setengah bulan.
"Saya mendapat informasi waktunya diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran bagi peserta SPPI calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kebijakan tersebut diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran menyusul meninggalnya lima peserta latihan dasar kemiliteran.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




