Tinjau GRR Tuban, Komut Pertamina Kawal Target Megaproyek Kilang Nasional

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TUBAN - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung perkembangan pembangunan kilang minyak terintegrasi Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/6).

Langkah ini dilakukan guna mengawal akselerasi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi pilar kemandirian energi nasional.

BACA JUGA: Pastikan Energi Merata, Pertamina Perkuat Jaringan Distribusi Nasional

Dalam lawatannya, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini meninjau langsung perkembangan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban untuk memastikan keberlangsungan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) paling krusial tersebut.

Proyek pembangunan kilang minyak dan petrokimia terintegrasi ini dikelola secara penuh oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Kehadiran GRR Tuban diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi kemandirian energi Indonesia.

BACA JUGA: Komut Pertamina Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Dalam peninjauan lapangan, Mochamad Iriawan menekankan bahwa proyek ini merupakan pertaruhan masa depan ketahanan energi bangsa, bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa.

“Ini adalah aset strategis nasional. Kehadiran saya secara langsung di Tuban hari ini adalah untuk memastikan dan mengawal keberlangsungan PSN tersebut agar berjalan sesuai target,” tegasnya.

BACA JUGA: Tinjau Fasilitas Energi di Jawa Timur, Komut Pertamina Pastikan Layanan Tetap Lancar

Agenda kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke fasilitas eksisting di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, hingga Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur. Integrasi antara fasilitas produksi baru (GRR) dan terminal distribusi tersebut diyakini akan mentransformasi kawasan Tuban menjadi megahub energi terbesar di Indonesia.

FT Tuban memainkan peran sebagai terminal transit strategis yang menerima produk BBM jadi melalui kapal tanker maupun jaringan pipa. Fasilitas vital ini didukung oleh belasan tangki penyimpanan (storage tank) berkapasitas total 305.192 Kilo Liter (KL) dengan desain khusus untuk menyesuaikan karakteristik penguapan masing-masing produk BBM.

Iriawan menyaksikan langsung skala operasi FT Tuban yang mampu mengelola volume penyaluran harian (throughput) sekitar 27.000 KL per hari.

"Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar di berbagai wilayah tetap aman," tuturnya.

Secara geografis, FT Tuban telah berevolusi menjadi poros utama wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus) sekaligus simpul logistik lintas regional. Jangkauan distribusinya merentang jauh melayani kawasan timur Indonesia, mulai dari Kalimantan Selatan, NTB, NTT, Maluku, hingga negara tetangga Timor-Leste.

Terkait Terminal LPG Tuban, Iriawan mengapresiasi infrastruktur PSN ini yang memegang peran kunci dalam peta jalan energi nasional karena diproyeksikan menyuplai 35% hingga 40% kebutuhan LPG nasional.

"Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkokoh kerahasiaan stok elpiji nasional," harapnya.

Menutup kunjungan kerjanya, Iriawan memberikan arahan tegas terkait aspek keselamatan dan keandalan infrastruktur jalur pipa yang menopang 58% penyaluran gas melalui Subholding Gas.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pihak Keisya Levronka Gugat Untar dengan Nilai Ganti Rugi Sebesar Rp 1 Miliar
• 29 menit lalukumparan.com
thumb
Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kejagung sebut restitusi korban kekerasan seksual belum maksimal
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 1-2 Juli 2026, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
EV-DCI 2026: Bukan Lagi Pelengkap, Digitalisasi Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.