PT HATI Raih Apresiasi BPOM, Perkuat Kepercayaan terhadap Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji

tabloidbintang.com
14 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - PT Halalan Tayyiban Indonesia (HATI), produsen makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk jemaah haji Indonesia, menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) di industri pangan. 

Penghargaan tersebut dinilai menjadi pengakuan atas komitmen PT HATI dalam menjaga keamanan pangan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap produk makanan siap saji bagi jemaah haji.

Owner PT HATI, Puspo Wardoyo, bersyukur atas apresiasi yang diberikan BPOM. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan yang selama hampir lima tahun terakhir mengembangkan makanan siap saji untuk kebutuhan ibadah haji.

"Alhamdulillah, kami memang sudah hampir lima tahun menyediakan makanan untuk haji. Banyak tantangannya, terutama mengubah persepsi masyarakat terhadap makanan siap saji," kata Puspo kepada wartawan.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar bukan terletak pada proses produksi, melainkan mengedukasi masyarakat bahwa produk Meal Ready to Eat (MRE) berbeda dengan makanan siap saji pada umumnya.

"Imej makanan siap saji selama ini dianggap tidak enak dan memakai pengawet. Padahal produk kami tanpa bahan pengawet, bisa disimpan pada suhu ruang, tetapi rasanya tetap seperti makanan segar," ujarnya.

Puspo menambahkan, keberhasilan teknologi pengolahan tersebut mulai mendapat pengakuan dalam dua tahun terakhir. Bahkan pada penyelenggaraan haji tahun lalu, hampir seluruh kebutuhan makanan jemaah Indonesia telah menggunakan produk PT HATI.

"Alhamdulillah tahun kemarin hampir 99 persen menggunakan makanan kami. Kami optimistis ke depan kebutuhan makanan haji akan semakin banyak menggunakan produk Ready to Eat dari PT HATI," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT HATI, Sugiri, mengatakan penerapan Program Manajemen Risiko menjadi salah satu standar penting yang harus dipenuhi industri pangan untuk menjamin keamanan produk.

"Concern utama BPOM adalah bagaimana industri pangan mengikuti standar yang ketat dengan tujuan utama menjaga food safety atau keamanan pangan. Karena dampaknya sangat besar apabila makanan tidak aman," kata Sugiri.

Sugiri mengungkapkan, pendampingan BPOM kepada PT HATI telah berlangsung sejak 2019. Sementara implementasi sertifikasi PMR mulai dilakukan pada 2024 melalui bimbingan teknis, evaluasi, hingga audit menyeluruh.

Setelah memperoleh sertifikasi tersebut, perusahaan wajib melaporkan implementasi sistem kepada BPOM setiap enam bulan sekali. Selain itu, menjelang musim haji, BPOM juga melakukan audit langsung ke fasilitas produksi.

"Setiap menjelang haji, BPOM selalu datang melakukan visit saat proses produksi untuk memastikan seluruh proses berjalan aman sebelum produk dikirim ke Arab Saudi," ujarnya.

Ia menilai penghargaan dari BPOM akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk PT HATI.

"Brand awareness salah satunya adalah kepercayaan konsumen. Karena BPOM merupakan otoritas negara yang memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan, tentu apresiasi ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, keamanan, rasa, hingga kepuasan jemaah haji," katanya.

Sementara itu, Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. mengatakan penerapan PMR semakin berkembang sepuluh tahun belakangan. Bukan hanya di industri berskala besar, tapi juga UMKM.

"Lewat program ini kami membuat auto-control atau self-control dari industri yang kita atur dari standar keamanannya, standar gizinya, standar processing-nya, standar proses pengemasannya, dan sebagainya," paparnya.

Dari ribuan pelaku industri yang ada BPOM RI memberikan apresiasi kepada memilih tujuh perusahaan. Salah satunya PT HATI. Taruna mengatakan ada beberapa pertimbangan dalam menentukan penerima apresiasi.

"Pertama, tentu hitungannya sudah berapa lama melaksanakan program ini. Kedua, selama melaksanakan program ini apakah sudah memenuhi ketentuan atau tidak. Berikutnya perkembangan kemajuan industrinya kita lihat. Nah, berdasarkan itulah tidak mudah kita putuskan dengan berbagai pertimbangan," paparnya.

PT HATI sendiri setiap tahun melakukan validasi terhadap menu-menu baru yang akan diekspor ke Arab Saudi. Proses tersebut memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum produk dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan.

Untuk musim haji 2026, PT HATI mengirimkan sekitar 2 juta porsi makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Produk tersebut dibuat menggunakan bahan baku alami asal Indonesia tanpa bahan pengawet, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan industri pangan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gol Jerman Dianulir VAR, Klopp Sebut Arsenal Tak Akan Jadi Juara Liga Inggris
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Melihat Peragaan Kolone Senapan Berbentuk '80 Tahun Polri' di Hari Bhayangkara
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Visa Korea Selatan Resmi Naik Mulai 1 Juli, Cek Harga Barunya
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
INDEF Dorong Pembenahan Tata Kelola Impor Menuju Swasembada Garam 2027
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Momen Hangat Prabowo Beri Salam Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.