LA GUAIRA, KOMPAS.TV – Seorang pedagang asal Venezuela, Grian Serrano telah selamat dari dua bencana alam terburuk yang terjadi di negaranya.
Peristiwa pertama adalah tanah longsor dahsyat tahun 1999 yang menghancurkan negara bagian pesisir La Guaira dan, 26 tahun kemudian terjadi dua gempa bumi dahsyat yang melanda wilayah yang sama.
Dengan memar di sekitar mata kirinya dan di sebagian besar tubuhnya, Serrano yang berusia 46 tahun sedang pulih dari cobaan yang dialaminya bersama putra dan ibunya pada hari Rabu (24/6/2026).
Ketiganya terkubur di bawah reruntuhan dan baja yang bengkok ketika gedung apartemen mereka yang terdiri dari delapan lantai runtuh di kota Caraballeda di La Guaira.
La Guaira adalah negara bagian yang paling parah terkena dampak gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo.
“Ini adalah mukjizat dari Tuhan,” kata Serrano sambil mengingat bagaimana dalam kegelapan total, ia merangkak melalui puing-puing dengan tangan kosong sebelum menyelamatkan putranya yang berusia 8 tahun dan ibunya yang berusia 69 tahun dengan bantuan dua orang yang lewat.
Menurut pemerintah Venezuela, kedua gempa bumi tersebut telah menewaskan lebih dari 1.700 orang dan melukai lebih dari 5.000 orang. Ratusan bangunan runtuh atau rusak, terutama di La Guaira.
Baca Juga: Total Kerusakan Akibat Gempa Venezuela Belum Diketahui, Transparansi Pemerintah Dipertanyakan
Kerusakan signifikan juga dilaporkan terjadi di ibu kota, Caracas, dan di negara bagian Carabobo, Miranda, Aragua, dan Yaracuy.
La Guaira — yang dikenal sebagai Vargas hingga tahun 2019 — adalah negara bagian terkecil kedua di Venezuela, tetapi salah satu yang paling penting secara strategis.
Kota ini terletak sekitar 30 kilometer di utara Caracas, La Guaira merupakan rumah bagi bandara internasional utama dan pelabuhan terbesar kedua di negara itu.
Sekitar 440.000 penduduknya sebagian besar berpenghasilan rendah dan bergantung pada pariwisata, perdagangan, dan pekerjaan yang terkait dengan bandara dan pelabuhan.
Berbicara dari rumah saudaranya di Caracas, Serrano mengingat kembali teror yang dirasakannya minggu lalu, pikirannya kembali pada 15 Desember 1999, ketika ia terbangun karena teriakan pekerja rumah tangga mereka, yang melihat sungai di dekatnya meluap setelah berhari-hari hujan lebat.
Dari jendelanya, ia menyaksikan sungai yang meluap menyapu pepohonan, batu-batu besar, dan kendaraan dengan orang-orang yang terjebak di dalamnya, mengetuk jendela dan memohon bantuan.
Didorong oleh insting, Serrano melarikan diri dari apartemennya di lantai empat bersama ibu, saudara perempuan, dan pengasuhnya lalu naik ke atap.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Associated Press
- La Guaira
- venezuela
- gempa bumi venezuela
- longsor venezuela





