Saat Kemhan Akhiri Program Pelatihan Militer bagi SPPI

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kasus meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat menjalani latihan dasar militer (Latsarmil) menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Para peserta itu tengah dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Mereka meninggal dunia karena masalah kesehatan saat menjalani latihan.

Perhatian Prabowo terhadap kasus ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. "(Presiden) Monitor semua dong," ujar Pras di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).

Pras menyebut, pemerintah juga akan mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan tersebut apabila ditemukan prosedur yang perlu diperbaiki.

"Kalau evaluasi jelas dong. Kan semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," kata Pras.

Pelaksanaan evaluasi untuk kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman.

"Memang saya mendengar berita itu dari tiga tempat, ada pelatihan militer yang memang sedang dievaluasi. Dan mendapat informasi dari Setneg belum ada tingkat kelalaiannya ya. Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," kata Dudung dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Jumat (26/6).

Latsarmil SPPI Dihentikan

Evaluasi benar-benar dilakukan. Kementerian Pertahanan menghentikan format lama terkait program Latihan Dasar (Latsar) SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP).

Kepala Biro Informasi Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan kegiatan tersebut nantinya akan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

"Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil SPPI telah dievaluasi dan tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial," kata Rico saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Rico menjelaskan, penyesuaian format ini dilakukan agar kegiatan lebih proporsional dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil. Materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak.

"Saat ini juga tidak ada lagi latihan fisik. Yang ada hanya olahraga ringan untuk kebugaran, seperti senam pagi dan jalan kaki ringan. Kegiatan tersebut juga tidak bersifat wajib dan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta," jelasnya.

Lebih lanjut, Rico mengatakan fokus kegiatan saat ini diarahkan pada pembentukan karakter, disiplin, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kerja sama, serta pembekalan manajerial yang relevan dengan tugas peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama.

Terkait korban meninggal dunia, Kemhan RI juga telah menyampaikan duka cita untuk keluarga korban. Santunan juga diberikan kepada keluarga lima peserta Latsar SPPI KDKMP/KNMP.

Puan Dukung Perubahan Format

Ketua DPR Puan Maharani mendukung perubahan format tersebut. DPR, kata Puan, menghargai langkah evaluasi yang telah dilakukan pemerintah. Ia pun berharap evaluasi tersebut benar-benar menyentuh seluruh aspek pelaksanaan program.

“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada manajerial saja untuk bisa kelak nanti melakukan pelaksanaan yang yang sesuai diharapkan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut Puan, DPR juga akan mencermati hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah.

“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan, nanti akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahkamah Agung AS Kandaskan Perintah Trump soal Pembatasaan Hak Kewarganegaraan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Hujan Deras Picu Banjir Parah hingga Atap Rumah di Ghana
• 14 jam laludetik.com
thumb
Perindo Gelar Gerakan Pangan Murah di Kendari, Ratusan Warga Antusias Berburu Sembako
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Happy Salma Kecewa dan Dukung Upaya Hukum Lanjut
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Hasil Meksiko vs Ekuador: El Tri Lolos ke 16 Besar Piala Dunia, Akhiri Penantian 40 Tahun
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.