Eks Menpora Dito Ariotedjo di Pusaran Kasus Korupsi Kuota Haji

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menjadi sosok penting bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar kongkalikong kasus dugaan korupsi kuota haji era kepemimpinan Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

KPK bahkan sampai dua kali memeriksa Dito terkait kasus tersebut yaitu, pada Jumat (23/1/2026) dan Selasa (30/6/2026).

Lantas, apa yang digali KPK dari pemeriksaan Dito?

Pada pemeriksaan pertama, Dito mengaku, penyidik mencecarnya terkait kunjungan kerja (kunker) bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Arab Saudi pada 2022.

Baca juga: 4 Jam Diperiksa KPK, Eks Menpora Dito Ariotedjo Mengaku Dicecar Soal Tersangka Kuota Haji

“Secara garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail dan semoga bisa membantu KPK yang sedang menyelesaikan perkara ini,” kata Dito.

Dito mengungkapkan bahwa kunjungan kerja tersebut terkait dengan agenda forum dunia dan pertemuan bilateral.

Saat itu, menurut dia, Pemerintah Arab Saudi ingin bekerja sama di sektor olahraga.

Selain itu, terdapat penandatanganan kerja sama dalam bentuk MoU.

“Jadi, itu pas bilateral dengan waktu itu Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), waktu itu masih Putra Mahkota ya kalau tidak salah, tapi sudah Perdana Menteri. Jadi, itu dilakukan. Jadi tadi saya menjelaskan dan juga apa saja kegiatan-kegiatan waktu di Arab Saudi,” ujar dia.

Dito mengatakan, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), membahas sejumlah isu di antaranya investasi, Ibu Kota Negara (IKN) dan pelayanan haji.

Dia mengatakan, tidak ada pembicaraan secara spesifik soal kuota haji dalam pertemuan tersebut.

“Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak kan,” tutur dia.

Dito mengakui, penyidik juga mencecarnya soal keterlibatan biro travel haji Maktour Travel terkait kasus kuota haji.

Baca juga: KPK Tanyai Eks Menpora Dito soal Latar Belakang Kuota Haji Tambahan dari Arab Saudi

“Ya pastinya ada lah, kebetulan kan Pak Fuad itu bapak dari istri saya,” kata dia.

Selain itu, Dito mengaku tidak berada di rumah pribadi mertuanya sekaligus pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, saat KPK melakukan penggeledahan.

Dia mengatakan, saat itu, hanya istrinya yang berada di rumah Fuad.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Saya tidak di lokasi. Yang ada waktu itu masih istri saya,” ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Hela Nafas Panjang Saat Hakim Sebut Jumlah Pengadaan Chromebook
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Wamenhaj: Pemerintah Cari Skema untuk Ringankan Biaya Haji 2027
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Selidiki Pungli MCK, Kejari Bekasi Geledah Kantor Disdagperin hingga Rumah Pejabat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menteri Iftitah: Kontribusi Transmigrasi Jauh Lebih Besar dari Sekadar Memindahkan Penduduk
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bukan Persib, Maxwell Souza Pilih Bela Klub Serie B setelah Tinggalkan Persija
• 17 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.