VIVA – Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) enggan untuk terburu-buru dalam mencari pelatih baru. Ronald Koeman telah mengundurkan diri dari tim nasional usai tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Koeman panen hujatan publik setelah Timnas Belanda gugur di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka kalah adu penalti dari Maroko dalam duel di Estadio BBVA, Monterrey pada Selasa (30/6/2026) pagi kemarin WIB.
Sempat unggul melalui gol Cody Gakpo, Belanda tertahan 1-1 akibat gol Issa Diop. Skor 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu habis dan duel ditentukan lewat adu penalti.
Tiga penendang Belanda gagal melaksanakan tugasnya, termasuk Justin Kluivert. Namun, permainan Koeman menjadi kritikan publik karena De Oranje bertahan di sepanjang laga.
Mereka hanya memegang bola sebesar 30 persen pada sepanjang laga ini. Pendekatan Koeman menjadi hal yang sangat dikritisi, bahkan oleh legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, yang menyebut Belanda kehilangan jati dirinya.
Pada Rabu (1/7/2026) pagi WIB, Koeman akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Timnas Belanda. Dia mengutarakannya kepada publik melalui Instagram.
“Semalam saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda. Kita semua memiliki mimpi untuk membuat sejarah di Piala Dunia ini, tetapi kita gagal,” kata Koeman dalam pernyataan di Instagram.
“Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, tanggung jawab pada akhirnya berada di pundak saya,” tambahnya.
Direktur KNVB, Nigel de Jong, memberikan apresiasinya kepada Koeman setelah mundur. Dia berterima kasih atas kontribusi pelatih berusia 63 tahun itu.
“Ronald telah mendedikasikan dirinya dengan penuh keyakinan selama beberapa tahun terakhir dan memberikan kontribusi penting bagi tim nasional Belanda. Atas nama KNVB, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepadanya atas hal itu,” kata De Jong, dilansir Voetbalzone.
Dengan hengkangnya Koeman, Belanda perlu segera menemukan pelatih baru untuk UEFA Nations League yang bakal dimulai pada September nanti. Namun, KNVB enggan untuk terburu-buru mencari penggantinya dalam waktu dekat.
“Dengan dimulainya UEFA Nations League pada bulan September, kami tahu bahwa diperlukan tindakan segera, tetapi pada saat yang sama, kami meluangkan waktu yang diperlukan untuk dengan cermat mengambil keputusan yang tepat,” tambahnya.





