HUT Ke-80 Bhayangkara dan Kerinduan pada Sosok ”Pak Polisi Baik”

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Polisi bermedia sosial adalah hal biasa. Namun, tidak banyak polisi yang bermedia sosial dan mendapatkan apresiasi positif hingga mendapat jutaan pengikut dan subscriber. Lantas, apa yang membuat banyak orang terpesona kepada mereka?

Inspektur Dua Purnomo (46) adalah salah satu sosok polisi yang sering viral dan diapresiasi positif di jagat maya. Ketika artikel ini ditulis, ia merupakan pemilik akun Instagram @purnomopolisibaik dengan 855.000-an pengikut dan kanal Youtube @PURNOMOBELAJARBAIK dengan 2,69 juta subscriber.

Di akun Youtube-nya, Purnomo yang saat itu masih berpangkat brigadir kepala tercatat mulai mengunggah kegiatannya sebagai anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Kelurahan Banaran, Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), sejak 10 tahun lalu. Format dan isi video masih tampak sederhana, seperti bercerita tentang jalan rusak, memberi bantuan, dan memperbaiki rumah warga.

Kini, sudah 5.200-an video diunggah Purnomo di akun Youtube dan sekitar 11.200 unggahan di akun Instagram-nya. Format dan kualitas videonya pun telah jauh lebih bagus. Banyak video yang diunggah berisi kegiatan, antara lain, membantu orang telantar, orang dengan gangguan jiwa, dan mereka yang sedang dalam kesulitan ekonomi.

”Saya sering melihat orang-orang melakukan kegiatan baik. Saya sering melihat orang-orang yang layak dibantu dari media sosial. Kenapa saya harus sebagai penonton kalau saya memang bisa melakukan hal baik itu. Jadi, saya jadikan media sosial sebagai guru dan ajakan bagi orang-orang baik untuk melakukan hal-hal baik,” kata Purnomo ketika dihubungi pada Minggu (28/6/2026). 

Purnomo menuturkan, jargon polisi belajar baik yang ia sematkan di akun media sosialnya bukan tanpa alasan. Pada suatu malam, ia bertemu seorang laki-laki muda tanpa pakaian yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Purnomo pun memberikan kaus coklat yang biasa ia pakai sebelum menggunakan seragam dinas. Ia pun menelepon anaknya untuk mengantar celana. Setelah lelaki itu mengenakan pakaian dan celana, tiba-tiba ia berdiri dan berkata ke Purnomo, ”Terima kasih Pak Polisi baik!” Kata lelaki itulah yang kemudian ia sematkan sebagai tagline ”Purnomo belajar baik”.

Menurut Purnomo, dengan membagikan kegiatan atau hal baik ke media sosial, semakin banyak orang yang akan turut tergerak untuk membantu. Ia pun merasakan dukungan mengalir tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari rekan sejawat dan para atasannya, termasuk penghargaan dari Kapolri berupa kesempatan untuk sekolah perwira.

Purnomo kini berpangkat inspektur dua (ipda) dan menyandang jabatan Kepala Unit Pembinaan Polisi Masyarakat (Kanit Binpolmas) Polres Lamongan, Jatim. Di media sosial, ia dikenal sebagai polisi yang telah merehabilitasi ribuan ODGJ dan membantu warga prasejahtera. Kini, melalui Yayasan Berkah Bersinar Abadi, Purnomo mengelola tiga kluster tempat rehabilitasi, yakni bagi ODGJ, korban perundungan dan korban narkoba, serta bagi warga lansia telantar.

”Orang-orang telantar yang sebelumnya tidak ditemukan keluarganya, setelah saya share ke medsos, kemudian banyak yang dijemput keluarganya, diantar pulang, atau diberi solusi terbaik ketika masyarakat memiliki masalah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyalurkan beasiswa bagi 12 anak yatim piatu hingga lulus, menyediakan ojek gratis bagi pelajar yang membutuhkan, hingga kegiatan bedah rumah warga. Sepulang kerja, Purnomo lebih banyak menghabiskan waktu di rumah yang kini menjadi tempat penampungan bagi ODGJ.

Untuk operasional dan berbagai kegiatan sosial, menurut Purnomo, ia menggunakan tunjangannya sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan ditambah hasil bermedia sosial. Selain itu, banyak donatur yang juga membantunya. Beruntungnya, istri dan anak Purnomo mendukung kegiatannya tersebut.

Di sisi lain, dari interaksinya dengan masyarakat, Purnomo mengaku lebih memahami keinginan masyarakat terhadap seorang polisi. Purnomo mengatakan, masyarakat mendambakan polisi yang lebih sering hadir, berkomunikasi, dan berkegiatan bersama masyarakat. ”Masyarakat sangat-sangat berharap polisi lebih baik, lebih melayani, lebih mengayomi,” ujarnya.

Curhat anak muda

Sosok polisi yang media sosialnya juga diapresiasi banyak orang adalah Brigadir Agus Kurniawan (34). Agus adalah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang bertugas di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Boyolali.

Akun Instagram-nya, @kopi_curhat_pakbhabin, memiliki 1,5 juta pengikut. Sementara kanal Youtube-nya, @kopi_curhat_pakbhabin, memiliki 1,06 juta subscriber. Di media sosialnya, Agus menulis, misinya adalah menyelamatkan anak-anak muda ke jalan yang benar.

Video yang diunggah memang kebanyakan mengenai anak muda. Semisal, Agus tampak menghampiri anak muda yang masih nongkrong dengan sepeda motornya. Sekejap, mereka berlari ketika melihat sosok berseragam polisi. Padahal, Agus datang membawa es teh beserta camilan. Kepada mereka, Agus memberikan nasihat soal sepeda motor dan kebiasaan nongkrong di sore hari.

”Banyak curhat dari orangtua ke saya, Pak, saya itu mumet, budrek, ngurusin anak. Banyak orangtua mengajak anaknya ke rumah saya. Jadi, banyak problem itu di anak muda, kedua di keluarga, ketiga di pergaulan. Itu masalah pokoknya,” kata Agus ketika ditanya mengenai alasannya fokus ke anak muda.

Baca JugaNilai Persepsi Publik Menanjak, Pembuktian Menanti Polri

Agus menuturkan, sebagai polisi desa, ia sehari-hari melakukan sambang warga ke pos-pos kamling, mengikuti kegiatan di desa, dan berkomunikasi dengan warga. Karena sering bertemu warga, ia pun berinisiatif membawa termos dan kopi di tas ransel sebagai teman ngobrol.

Agar muat banyak, kopi pun ditempatkan di sepeda motor dengan kotak khusus. Dengan kopi, Agus berkomunikasi dan mendengarkan keluhan warga. Karena banyak warga yang merekam apa yang ia lakukan dan kemudian diunggah ke media sosial, Agus pun kemudian mulai merekam dan mengunggah kegiatannya itu ke media sosial.

Respons publik positif. Jika sebelumnya ia door to door, Agus secara periodik melakukan kegiatan ngopi bareng. Yang hadir pun tidak hanya warga dari Kecamatan Nogosari, tetapi juga dari kota-kota lain, bahkan dari Jatim. Rumahnya juga sering didatangi warga untuk curhat.

”Orangtua sudah angkat tangan. Mereka juga mendesak saya bikin video untuk edukasi bagi anak muda. Jadi, apa yang saya lakukan ini murni dorongan masyarakat,” katanya.

Baca JugaMengapa RUU Polri yang Baru Disahkan Pemerintah dan DPR Dinilai Kontroversial?

Dari interaksi dengan masyarakat itu, Agus memahami bahwa masyarakat berharap polisi yang bisa mendengarkan seperti yang ia lakukan. Masyarakat ingin mereka juga diberi solusi. Kalau bersalah, masyarakat ingin dinasihati secara halus.

”Jangan membentak, tetapi bicara dari hati ke hati. Jangan mendoktrin masyarakat iki elek (jelek). Intinya, jangan pakai kekerasan, penginnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak merugikan kedua belah pihak,” ujar Agus mengenai harapan masyarakat terhadap polisi.

Agus mengaku, tidak semua kegiatannya ia unggah ke media sosial. Semisal, kegiatannya ke panti asuhan, ke sekolah luar biasa, dan mengangkat anak yatim piatu tidak ia unggah ke media sosial karena biasanya tidak banyak yang menonton. Sementara untuk urusan mengambil gambar, Agus biasanya memegang telepon genggam sendiri atau terkadang dibantu sang istri.

Mau mendengar

Secara terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam, mengatakan, tanpa mengesampingkan fungsi utama kepolisian, semangat Bhabinkamtibmas seharusnya dipegang oleh semua anggota kepolisian. Sebab, Bhabinkamtibmas didesain untuk hadir di tengah masyarakat.

”Yang paling penting dalam konteks kehadiran kepolisian adalah mendengar. Mendengar apa pun yang terjadi di masyarakat dan mendengar apa pun yang dibicarakan oleh masyarakat. Nah, tradisi mendengar ini penting dalam konteks budaya kepolisian yang civilian, polisi yang berkarakter sipil atau polisi yang memasyarakat,” kata Anam.

Seorang Bhabinkamtibmas, kata Anam, dapat menjadi faktor penting dalam mencari solusi atas permasalahan di masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan ketika sosok seperti Purnomo dan Agus Kurniawan diapresiasi oleh masyarakat, bahkan bersedia mendukung aktivitas mereka. 

Anam menggarisbawahi, sosok-sosok polisi tersebut menunjukkan bahwa kepolisian memang harus bersikap mendengar masyarakat. Bahkan di beberapa kesempatan, seorang Bhabinkamtibmas disebut sebagai manusia setengah dewa karena apa pun persoalan masyarakat, ia harus hadir dan terlibat untuk menyelesaikannya.

Menurut Anam, apresiasi positif bagi Bhabinkamtibmas juga terbuka bagi fungsi kepolisian lain. Semisal, satuan lalu lintas bertindak untuk membuka jalan bagi ambulans menuju rumah sakit.

Demikian pula dalam fungsi penegakan hukum oleh satuan reserse, apresiasi positif masyarakat juga bisa didapatkan asalkan mereka mau mendengar keluhan masyarakat dan mengikuti hukum acara yang berlaku. Semisal, setiap tahap perkembangan hukum selalu diinformasikan ke pengadu atau masyarakat tanpa harus diminta.

Baca JugaZiarah Kapolri ke Makam Para Presiden, Antara Simbol dan Makna

Demikian pula ketika pemeriksaan, masyarakat dilayani dengan baik, baik dari segi tempat, cara, dan perilaku. Begitu pula terhadap masyarakat yang mengadu atau melaporkan juga jangan diberi beban pembuktian. Dan yang terpenting, dalam konteks penegakan hukum, kepolisian jangan pandang bulu.

”Biasanya yang membuat masyarakat itu tidak apresiatif terhadap pendekatan hukum karena masyarakat merasa reserse itu pandang bulu. Kalau pelakunya masyarakat biasa, kasusnya cepat. Namun, kalau menghadapi pelaku yang memiliki kekuasaan, kasusnya lambat. Itu yang harus dibereskan. Tidak boleh ada diskriminasi,” ujar Anam.

Jika hal-hal itu dilakukan, Anam yakin setiap fungsi kepolisian akan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat, seperti Bhabinkamtibmas. Dengan demikian, warga yang mengadu ke polisi akan merasa bebannya lebih ringan, bukannya malah ditambah beban.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Revitalisasi Sekolah Terapung Tetap Jaga Identitas Suku Bajo
• 45 menit lalukompas.id
thumb
PGN (PGAS) Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmi Dilantik, KNPI Kepri Siap Satukan Elemen Pemuda Dorong Kemandirian Ekonomi
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
59 Emiten Berpotensi Delisting per Akhir Juni, Ada BEBS-INRU
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Beri Pangkat Kehormatan ke Sidarto Danusubroto-Taufiequrahman Ruki
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.