Belum Tenang, Rupiah Dekati Level Rp18.000 per USD

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nilai tukar mata uang rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu pagi. 
 
Pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terjadi di tengah penguatan sejumlah mata uang global dan regional yang menambah tekanan terhadap mata uang domestik.
  Baca juga: Rupiah Melemah Lagi, Dolar AS Menguat ke Level Rp17.885
 
Berdasarkan data pasar Investing pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 08.26 WIB, mata uang rupiah tercatat melemah 0,43 persen atau sekitar 77,1 poin ke posisi Rp17.947,8 per dolar AS. 

Pergerakan ini sekaligus membawa rupiah semakin dekat ke area psikologis Rp18.000 per USD.
 
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring berlanjutnya penguatan Indeks Dolar AS (DXY) yang naik 0,11 persen ke level 101,055. Penguatan dolar mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar di tengah dinamika pasar global. Rupiah Loyo di Hadapan Mata Uang Utama Tak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan kawasan Asia.
 
Terhadap yuan Tiongkok (CNY), mata uang rupiah turun 0,20 persen ke level Rp2.645,30. Sementara terhadap yen Jepang (JPY), rupiah terkoreksi 0,15 persen ke posisi Rp110,35.
 
Pelemahan juga terjadi terhadap ringgit Malaysia (MYR) yang menguat 0,13 persen ke level Rp4.391,89, serta terhadap dolar Singapura (SGD) yang naik 0,10 persen menjadi Rp13.860,73.
 
Di sisi lain, pergerakan terhadap euro (EUR) cenderung stagnan dengan posisi berada di kisaran Rp20.407 per euro. Penguatan Rupiah Masih Terbatas Di tengah tekanan tersebut, ruang penguatan rupiah terlihat terbatas. Mata uang domestik hanya mampu mencatat penguatan tipis terhadap beberapa mata uang regional.
 
Rupiah tercatat menguat terhadap baht Thailand (THB) yang turun 0,08 persen ke level Rp538,897. Penguatan juga terjadi terhadap won Korea Selatan (KRW) yang melemah 0,47 persen ke posisi Rp11,5235.
 
Sementara itu, pasar komoditas menunjukkan arah berbeda. Harga emas dunia (XAU/USD) terkoreksi 0,58 persen atau turun 23,16 poin ke level USD3.984,66 per troy ons, seiring penguatan dolar AS yang mengurangi daya tarik aset lindung nilai.
 
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati arah pergerakan dolar AS serta sentimen ekonomi global yang berpotensi menentukan laju rupiah sepanjang perdagangan hari ini.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Sebut Akun Instansi Pemerintah & Media Massa Jadi Target Baru Spam Judol
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bak Api Neraka, Penampakan Gunung Terbesar Eropa Meletus
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dalami Kasus Korupsi Haji, Eks Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief 4 Kali Diperiksa KPK
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Tundukkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
3 Zodiak dengan Jiwa Kepemimpinan yang Kuat
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.