Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Perundingan Damai dan Pulihnya Selat Hormuz

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak acuan dunia naik tipis di tengah proses perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terus berlanjut serta pulihnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak Brent naik 0,7% menjadi US$ 73,45 per barel pada pukul 08.14 waktu Singapura, Rabu (1/7). Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate naik 0,9% menjadi US$ 70,11 per barel.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan negosiator mereka, yakni Jared Kushner dan Steve Witkoff menggelar pembicaraan positif di Qatar. Hal ini berlangsung bersamaan dengan perundingan teknis dengan Iran yang terus mengalami kemajuan. 

Pembicaraan negosiator ini dilakukan guna meredakan ketegangan terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis penghubung negara-negara produsen di Teluk Persia dengan pasar global.

Harga minyak mentah telah melemah dalam beberapa hari terakhir karena pihak-pihak yang berperang terus berdiskusi untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen. Kendati demikian, serangkaian serangan di sekitar Selat Hormuz masih membayangi proses negosiasi tersebut. 

Di sisi lain, lalu lintas kapal tanker minyak mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan meningkat sejak AS dan Iran saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu.

"Kami memperkirakan konflik ini akan selesai pada akhir Juli. Begitu arus pelayaran melalui Selat Hormuz kembali normal, pasar kemungkinan akan menghadapi kondisi kelebihan pasokan,” kata Co-Head of Global Commodities Research Goldman Sachs Group Inc. Samantha Dart, dikutip dari Bloomberg, Rabu (1/7).

Potensi Kelebihan Pasokan

Morgan Stanley juga memperingatkan potensi kelebihan pasokan minyak (glut) karena arus pelayaran melalui Selat Hormuz pulih lebih cepat dari perkiraan. Di saat yang sama, produksi minyak AS tetap kuat sementara permintaan dari Cina masih lemah. Bank investasi tersebut bahkan kembali memangkas proyeksi harga minyak untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir.

Pasar juga menghadapi tambahan pasokan minyak dari berbagai sumber lain. Iran menyatakan telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak sejak AS mencabut blokade angkatan lautnya, sementara ekspor minyak Rusia melonjak ke rekor tertinggi, sehingga memicu penumpukan besar volume minyak di laut.

Iran kembali menegaskan tekadnya untuk tetap mengendalikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa sejumlah isu krusial, termasuk program nuklir Iran dan upaya mengakhiri konflik di Lebanon masih belum terselesaikan dan berpotensi mempersulit perundingan selama masa gencatan senjata 60 hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah ke Rp17.944 per Dolar AS, Arus Keluar Dana Asing Jadi Pemicu
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Pertamina Patra Niaga umumkan harga avtur turun 14 persen mulai 1 Juli
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Berterima Kasih ke Jenderal Sigit yang Dinilainya Benahi Polri
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kompak Turun, Ini Rincian Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS per 1 Juli 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Nilai Kolaborasi KII dan OMS Italia Perkuat Daya Saing Industri Valve Indonesia
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.