Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengusulkan agar pemerintah Indonesia meniru cara Jepang dan Belanda dalam perekrutan manajer koperasi.
Hal ini merespons soal polemik lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal saat ikut pelatihan dasar militer (latsarmil), yang merupakan bagian dari proses rekrutmen.
Rivqy mengatakan pelatihan calon manajer KDMP seharusnya diperbanyak praktik lapangan seperti magang di tempat usaha hingga pembekalan dari profesional.
Legislator PKB ini lantas menyinggung praktik yang diterapkan di Jepang, di mana mereka memberikan pelatihan bisnis, pendidikan manajemen hingga pendampingan profesional untuk mengembangkan koperasi pertanian.
“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik tersebut,” ungkap Rivqy, Rabu (1/7/2026).
Dia juga menyinggung Belanda yang koperasinya berkembang lantaran dikelola oleh manajer profesional.
“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan,” jelasnya.
Terkait hal ini, Rivqy menyebut rekrutmen calon manajer seharusnya mengutamakan kompetensi manajerial, bukan tes fisik.
“Saya melihat retret bagi mereka itu cukup lama ya, sampai sebulan. Dan setelah itu pelatihan manajerial 15 hari,” tegasnya.
“Jadi mungkin untuk selanjutnya dikurangi saja durasi retretnya, jangan sebulan. Akan lebih baik kalau difokuskan ke skema manajerial saja,” tambah Rivqy. (saa/ree)




