KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memprioritaskan keselamatan masyarakat dalam penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, Pemkab Tangerang bersama unsur kecamatan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah desa telah mengevakuasi warga terdampak asap ke lokasi yang lebih aman.
"Pak Camat, Kapolsek, Danramil, dan para kepala desa sudah bergerak mengungsikan warga terdampak asap. Ada yang ditempatkan di kantor desa, ada juga yang ditampung di masjid agar masyarakat tetap aman dan nyaman," ujarnya, dikutip dari laman tangerangkab.go.id, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, Belasan Warga Mengungsi ke Kantor Desa
Selain evakuasi, petugas kesehatan dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat telah disiagakan sejak dini hari untuk memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak.
Jumlah tenaga kesehatan juga akan ditambah untuk melayani masyarakat secara langsung di lingkungan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Mengingat dampak kebakaran yang mengancam lingkungan serta kesehatan masyarakat, Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan penetapan status darurat.
Baca juga: Pemkab Tangerang Siapkan Status Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin, 52 Warga Dievakuasi
"Insyaallah malam ini sedang dikonsepkan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menetapkan kondisi ini sebagai status darurat karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat serta risiko meluasnya kebakaran," ungkapnya.
Pernyataan itu disampaikan Maesyal saat meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Selasa (30/6/26).
Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat menangani kebakaran untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar.
Baca juga: Fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Sulit Padam, Warga Mengungsi
Pemadaman terkendala aksesMaesyal menjelaskan, kebakaran di TPA Jatiwaringin bermula dari titik api kecil yang diduga dipicu cuaca kemarau dan gas metana dari timbunan sampah.
Namun, kuatnya embusan angin menyebabkan api cepat meluas ke sejumlah area di TPA seluas 33 hektar (ha) tersebut.
"Kami menerima laporan dari Kepala DLHK terkait adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya api masih kecil, namun karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah," jelas Maesyal.
Ia mengatakan, DLHK, BPBD, dan tim pemadam kebakaran telah melakukan upaya pemadaman sejak awal. Namun, sejumlah titik sulit dijangkau kendaraan pemadam akibat akses jalan yang terbatas.
Baca juga: Kronologi Kebakaran TPA Jatiwaringin: Berawal dari Percikan Kecil, Hanguskan Lebih dari 2 Hektare
"Kami sedang berupaya membuka akses menuju titik-titik api dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat. Tujuannya agar kendaraan pemadam dan alat berat dapat lebih dekat ke lokasi, sehingga proses penyiraman bisa dilakukan secara maksimal," kata Maesyal.
Menurutnya, sebelum kebakaran terjadi, DLHK bersama BPBD sebenarnya telah melakukan penyiraman di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau.





