Momen Haru Kloter Terakhir Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) terakhir meninggalkan Madinah menuju Tanah Air pada Selasa, 30 Juni 2026. Momen keberangkatan Kloter UPG 43 dari Sektor 3 Madinah pukul 16.00, waktu setempat ini pun diiringi haru.

Sebanyak 4.519 jemaah haji dari 13 kloter mengikuti jadwal kepulangan terakhir dari Madinah. Suasana haru terlihat saat mereka berpamitan dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah setelah bersama-sama sekitar delapan hari di Kota Nabi.

Advertisement

BACA JUGA: Akhir Pelarian Dua Penipu Haji Khusus di Banten

Jemaah Kloter UPG 43 berangkat dari Hotel Karam Al Khair menggunakan bus menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah. Petugas telah lebih dulu mengirim koper jemaah setelah proses penimbangan selesai untuk memperlancar keberangkatan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman menyebut, jemaah kloter UPG 43 menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan petugas selama berada di Madinah. Dia pun menyebut para jemaah terharu.

“Kami bertemu dengan ketua kloter dan petugasnya. Kami melihat, Alhamdulillah, jemaah merasa terharu dan senang dengan pelayanan yang diberikan oleh PPIH Daerah Kerja Madinah," kata Khalilurrahman, pada tim Media Center Haji di Madinah, Selasa (1/7/2026).

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan kepada jemaah haji ini menjadi amal soleh dari kita semua untuk jemaah haji Indonesia dan mudah-mudahan kami semua bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia,” imbuhnya.

Salah satu jemaah asal Makassar, Lammanang Sangkala (56), mengaku bersyukur dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan segera kembali ke Tanah Air. Ia juga mengapresiasi layanan haji tahun ini.

“Saya senang bisa pulang hari ini. Shalat Duhur dijamak dengan Ashar, kami bisa menjalankan ibadah Arbain di Masjid Nabawi,” kata Lammanang.

Lammanang bersama istrinya, Pati Makka (52), menyebut pengalaman berhaji tahun ini lebih nyaman dibandingkan saat pertama kali berhaji pada 1999.

“Layanan konsumsi, akomodasi, transportasi bagus. Dulu jalan kaki sekitar 4 kilometer ke Masjidil Haram, sekarang bisa naik bus Shalawat,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT Surveyor Indonesia dan Jalan Panjang Membangun Industri Nasional yang Lebih Hijau dan Tertelusur
• 20 jam laludisway.id
thumb
Ada Kabar Baik dari Pemerintah Buat Lulusan SMK, Simak!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Update Harga Emas Pegadaian 1 Juli 2026, Emas Galeri24 dan UBS Sama-sama Turun
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bupati Kuansing Suhardiman Amby Menyerahkan Diri ke KPK, Langsung Diperiksa
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Tangis Nadiem Usai Divonis 10 Tahun Penjara
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.