Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah daerah terus berkomitmen memperluas jangkauan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui percepatan penyediaan fasilitas pusat usaha di tingkat desa. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap wilayah memiliki penggerak ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.
Komunikasi intensif lintas instansi terus dilakukan guna menyelaraskan regulasi penataan ruang dengan kebutuhan ruang publik masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi pembangunan sarana penunjang produktivitas warga di kawasan permukiman.
“Jadi itu yang belum terbangun, ada beberapa penyebab yang menjadikan kenapa belum, yaitu karena memang lahannya butuh pengerjaan awal,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony.
Pihaknya menegaskan bahwa sebagian lokasi memerlukan proses pembersihan tanaman serta pengurukan tanah agar struktur bangunan nantinya benar-benar kokoh dan aman.
Pemerintah daerah juga berhati-hati dalam menjaga kelestarian kawasan hijau agar pembangunan fisik tetap selaras dengan perlindungan lahan pertanian. Evaluasi terus dilakukan agar proyek tersebut tidak mengganggu area persawahan produktif yang dilindungi peraturan perundang-undangan.
Optimalisasi tanah kas desa serta pemanfaatan aset bersama milik instansi sektoral menjadi prioritas solusi yang tengah disiapkan tim teknis. Fleksibilitas regulasi akan dikedepankan agar desa-desa yang memiliki keterbatasan lahan tetap dapat merasakan manfaat program secara merata.
Pendampingan kepada para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan juga terus ditingkatkan untuk mematangkan kesiapan administrasi. Pemerintah memastikan setiap kendala teknis di lapangan akan dikawal secara bertahap hingga ditemukan solusi terbaik. “Akan kita rapatkan internal lalu melibatkan OPD terkait untuk mencari solusi terbaik di lapangan,” tambah Ghony.
Agenda diskusi lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat guna mengejar target realisasi fisik yang telah dicanangkan.
Melalui komitmen keterbukaan dan semangat gotong royong tersebut, optimisme terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat di pelosok Kabupaten Pasuruan diharapkan segera terwujud. Kehadiran pusat koperasi baru nantinya diharapkan menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian desa. (ada/kun)




