Iran bersiap menggelar seremoni pemakaman megah untuk mantan pemimpin tertinggi mereka, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari.
Foto Khamenei dalam ukuran besar telah dipasang di kompleks Grand Mosalla di Teheran, saat para pekerja mempersiapkan seremoni pemakaman secara besar-besaran.
Pemakaman Khamenei, yang sempat tertunda akibat memuncaknya perang di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Rabu (1/7/2026), akan digelar saat Iran dan AS sedang dalam masa gencatan senjata setelah penandatanganan perjanjian awal untuk mengakhiri konflik.
Khamenei, yang menjadi sosok spiritual bagi banyak penganut Syiah, wafat dalam usia 86 tahun di kediamannya di pusat ibu kota Iran pada 28 Februari, hari pertama perang berkecamuk.
Seremoni pemakamannya yang digelar terbuka untuk umum, akan dimulai pada Sabtu (4/7) mendatang. Jenazah Khamenei akan disemayamkan di kompleks Grand Mosalla, atau secara resmi disebut Imam Khomeini Mosalla, di pusat kota Teheran yang biasa menjadi lokasi salat Jumat akbar, seremoni resmi, dan pertemuan keagamaan besar-besaran di Iran.
Jenazah para anggota keluarga Khamenei yang meninggal dalam serangan yang sama juga akan disemayamkan di sana.
Seremoni pemakaman itu, menurut para pejabat Iran, diperkirakan akan dihadiri oleh 15 juta hingga 20 juta pelayat, yang akan menjadikannya sebagai pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah negara Syiah tersebut.
Para pekerja tampak mengecat ulang area lokasi seremoni, dengan kehadiran polisi dalam jumlah besar terlihat di sekitar lokasi tersebut. Tayangan televisi pemerintah Iran menampilkan para pekerja sedang mengelas struktur logam, dengan beberapa crane mengangkat material konstruksi di sekitar kompleks tersebut.
(nvc/ita)





