JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah penumpang ojek online turut merasakan dampak pengurangan potongan aplikator menjadi delapan persen per hari ini, Rabu (1/7/2026).
Mereka merasakan dampak yang bervariasi dari segi tarif, ada yang harganya lebih murah, ada yang naik tipis, dan ada yang stabil.
Annisa Salsabila (26), seorang karyawan swasta di Jakarta yang rutin menggunakan ojol dari Stasiun Sudirman menuju AXA Tower, mengaku mendapati tarif perjalanannya hari ini justru menurun dibandingkan hari sebelumnya, di jam yang sama.
Baca juga: Orderan Berat Hari Ini, Biasanya 15 Trip, Ini Baru 3, Cerita Ojol Usai Potongan Komisi 8 Persen
Ia mengaku baru mengetahui adanya kebijakan potongan 8 persen tersebut pada pagi ini.
"Tadi pagi tarifnya turun. Biasanya tarifnya itu Rp 9.500, tadi pagi hanya Rp 9.000 untuk layanan hemat. Sepertinya (kebijakan) ini bisa jadi kabar positif untuk pengemudi agar mereka bisa menerima income yang meningkat dari sebelumnya," ujar Annisa kepada Kompas.com, Rabu.
Berbeda dengan Annisa, Kika (24), warga BSD yang bekerja sebagai staf Digital Content Strategy di salah satu perusahaan media, justru merasakan kenaikan tarif untuk rute menuju kantor dan stasiun.
Ia menyebut tarif perjalanannya naik sekitar Rp 500 dari harga biasanya.
"Saya sebenarnya ada kekhawatiran sedikit soal tarif penumpang yang naik atau promonya jadi terbatas. Jika promo tidak ada, saya khawatir tarifnya bakal lebih mahal dan berpengaruh ke pengeluaran bulanan lainnya," tutur Kika.
Kika berharap peningkatan kesejahteraan pengemudi tidak lantas membebankan tarif yang terlalu tinggi bagi penumpang agar tidak membebani pengeluaran.
Sementara itu, bagi Gebboy (23), warga BSD lainnya yang bekerja sebagai live host, tarif ojol untuk rutenya ke tempat kerja terpantau masih sama dengan hari sebelumnya.
Baca juga: Driver Enggak Pengaruh Mau Potongan 8 Persen, Orderan Lancar Sudah Lumayan
Ia menilai kebijakan penurunan potongan komisi adalah hal yang realistis di tengah kondisi ekonomi saat ini.
"Kalau potongan persen (turun) ya bagus, apalagi harga harga sekarang pada naik. Kalau dibandingkan dengan ojol di luar negeri, di Indonesia itu memang underpaid. Jadi kalau memang ada keperluan untuk menaikkan harga, it's understandable sih, meskipun pasti bakal kangen harga murce," jelas Gebboy.
Meski sebagian penumpang merasakan harga tetap atau turun, para pengemudi ojol yang mangkal di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, justru mengeluhkan hal sebaliknya.
Mereka mendapati pendapatan bersih per perjalanan atau argo yang mereka terima justru mengalami penurunan.
Leman (52), salah seorang pengemudi ojol, menyebutkan bahwa tarif untuk jarak pendek kini menyusut dari Rp 10.400 menjadi Rp 10.200.





