Netanyahu Ancam Serang Iran Lagi di Tengah Upaya Diplomasi AS-Iran

metrotvnews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran jika memang diperlukan, meski Amerika Serikat dan Iran masih melanjutkan diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu mengatakan Israel akan tetap bertindak secara independen untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Di Iran, kami menyelamatkan diri dari bom atom. Akan ada serangan ketiga jika diperlukan," kata Netanyahu, seperti dikutip India Today, Rabu, 1 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat dan Iran masih menjalani perundingan yang dimediasi Qatar untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan politik yang lebih luas.

Pembahasan mencakup penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, program nuklir Iran, serta pengaturan keamanan kawasan. Dalam rancangan nota kesepahaman, kedua negara juga membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dan mekanisme pengawasan terhadap aktivitas nuklir Iran.

Netanyahu menegaskan Israel tidak merasa terikat pada kesepakatan apa pun yang menurutnya masih memungkinkan Iran mempertahankan kemampuan militer atau nuklir.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Israel menahan diri agar proses diplomasi tidak terganggu. Menurut laporan Axios, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa serangan besar baru terhadap Iran berpotensi meningkatkan isolasi diplomatik Israel.

Pemerintah AS menyatakan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara mendukung keamanan Israel dan mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Netanyahu juga menilai operasi militer Israel telah melemahkan Iran dan kelompok Hizbullah serta menunda ancaman terhadap keamanan negaranya.

Sementara itu pada Selasa kemarin, Netanyahu mengunjungi wilayah Lebanon selatan yang masih dikuasai pasukan Israel. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya sebelum ancaman dari Hizbullah benar-benar berakhir.

"Kami bersikeras tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman itu dihilangkan. Selama Hizbullah masih berada di sini, bersenjata, dan mengancam kami, kami juga akan tetap berada di sini," ujar Netanyahu kepada pasukan Israel.

Kunjungan itu dilakukan di tengah pembahasan pengaturan keamanan yang didukung Amerika Serikat, yang mengusulkan penarikan bertahap pasukan Israel dari sebagian wilayah Lebanon selatan dan perluasan kendali Angkatan Bersenjata Lebanon. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Netanyahu Tegaskan Tak Pernah Minta Izin Trump untuk Serang Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DJP Kaji Ulang Pajak JHT, Siap Libatkan Serikat Buruh dalam Pembahasan
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pantauan Udara Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Water Bombing Dikerahkan Jinakkan Titik Api
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
DLH Kota Tangerang Perketat Mitigasi Kebakaran di TPA Rawa Kucing
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penerimaan Pajak Semester I/2026 Diproyeksi Lewati Rp1.000 Triliun
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.