Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta karena kemacetan di kawasan itu terjadi hampir sepanjang hari.

Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

IDXChannel—Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, telah mencapai progres 55,2 persen. Proyek senilai Rp259 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 15 Desember 2026 untuk membantu mengurai kemacetan di kawasan Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang-bangun Flyover Latumenten pada Kamis (2/7/2026). 

Baca Juga:
Pramono Pastikan Pembangunan 11 Rusun Baru Menggunakan APBD, Dimulai pada 2027

Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta karena kemacetan di kawasan itu terjadi hampir sepanjang hari.

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi. Maka ketika diusulkan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya," ujarnya.

Baca Juga:
Pramono Ungkap 3 Prioritas Jelang 5 Abad Kota Jakarta

Pramono mengatakan progres pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana. Dengan sisa waktu pengerjaan sekitar lima bulan, percepatan konstruksi terus dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.

"Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026, sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar," tambahnya.

Baca Juga:
Harapan Pramono di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, dan Bahagia

Flyover Latumenten dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dengan perlintasan kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik penyebab kemacetan di kawasan Grogol dan sekitarnya. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga yang melintas dari maupun menuju kawasan Jakarta Barat.

Flyover yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway. 

Sementara flyover yang mengarah ke Grogol memiliki panjang 420 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.

Selain flyover, Pemprov DKI Jakarta juga membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

Di kawasan tersebut juga akan dibangun halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol sebagai bagian dari pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). 

Integrasi tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengakses transportasi umum sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan massal.

Selama masa konstruksi berlangsung, sejumlah penyesuaian rekayasa lalu lintas akan dilakukan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas demi menjaga keselamatan di sekitar area pekerjaan.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusa yang Berlari di Pancoran Ternyata Bobol Pintu Kandang, Sempat Ketakutan di Jalan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Indonesia Jalani Transformasi Besar, Polri Jadi Pilar Stabilitas Menuju Negara Modern
• 23 jam laludisway.id
thumb
Detik-Detik Sidang Ijazah Jokowi, Said Didu Ajak Publik Galang Donasi untuk Dokter Tifa
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pembalakan Liar di Mentawai, PT BRN Dihukum Ganti Rugi Ekologis Rp 78,1 Miliar
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Zelensky Tiba di Irlandia untuk Bahas Aksesi Ukraina ke Uni Eropa
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.