Sektor Transportasi hingga AI Jadi Fokus Investasi INA, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indonesia Investment Authority (INA) terus memperkuat investasi pada sektor-sektor strategis yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. Hingga memasuki tahun kelima operasionalnya, sovereign wealth fund Indonesia tersebut memfokuskan penyaluran modal ke lima sektor unggulan, yakni transportasi dan logistik, energi hijau, digital dan kecerdasan buatan (AI), kesehatan, serta advanced materials.
 
Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, mengatakan strategi investasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional sekaligus menarik investasi jangka panjang dari mitra global.
  Baca juga: Dampak Positif dari Investasi INA di Ruas Jalan Tol Trans Sumatra dan Pelabuhan Internasional Belawan
"Di tengah kompleksitas ekonomi global, INA tetap berfokus pada tata kelola yang baik, penciptaan nilai jangka panjang, serta praktik investasi yang disiplin. Ke depan kami akan terus memperkuat kemitraan investasi dan menghubungkan modal jangka panjang dengan berbagai peluang investasi strategis di Indonesia," ujar Oki.
 
Berdasarkan portofolio investasi INA, sektor transportasi dan logistik masih menjadi penerima alokasi investasi terbesar dengan porsi mencapai 44 persen. Bersama para mitra investasinya, INA telah mendukung pembangunan lebih dari 250 kilometer jalan tol, infrastruktur pelabuhan dan logistik, serta sekitar 200.000 meter persegi kawasan logistik modern.

Sementara itu, sektor digital dan AI menempati posisi kedua dengan kontribusi sekitar 29,5 persen dari total portofolio investasi. Investasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur digital, mulai dari menara telekomunikasi, jaringan serat optik, hingga pusat data hyperscale yang menjadi fondasi pengembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.
 
INA juga telah berinvestasi pada salah satu operator menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara yang mengelola lebih dari 40.000 menara, didukung jaringan serat optik sepanjang lebih dari 57.000 kilometer.
 
Di sektor energi hijau, INA turut mendukung pengembangan salah satu portofolio pembangkit listrik panas bumi terbesar di Indonesia. Proyek tersebut menghasilkan sekitar 395 GWh listrik bersih setiap bulan dan berkontribusi mengurangi emisi karbon sekitar 300 ribu ton setara CO₂ per bulan.
 
Adapun pada sektor kesehatan, investasi INA diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional melalui pengembangan jaringan rumah sakit, platform farmasi ritel, serta pembangunan fasilitas fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia yang juga menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas pemrosesan hingga 600.000 liter plasma darah per tahun.
 
Sementara pada sektor advanced materials, INA mendukung pembangunan platform produksi katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) yang menjadi salah satu terbesar di dunia di luar China. Kapasitas produksinya telah mencapai 30.000 ton per tahun pada 2025 dan ditargetkan meningkat secara bertahap menjadi 140.000 ton pada 2026 serta 260.000 ton pada 2027 untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.
 
Secara keseluruhan, hingga pertengahan 2026 INA bersama para mitra investasinya telah merealisasikan investasi sekitar Rp74,5 triliun atau setara USD4,7 miliar. Dari jumlah tersebut, investasi langsung INA mencapai Rp33,3 triliun, sedangkan kontribusi dalam menarik penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp41,2 triliun.
 
Seiring berkembangnya portofolio investasi, total aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) INA juga meningkat menjadi Rp146,2 triliun atau sekitar USD9,1 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan saat lembaga tersebut pertama kali dibentuk.
 
Hingga saat ini, INA telah memperoleh komitmen investasi sekitar USD25 miliar dari 40 mitra strategis yang berasal dari 15 negara. Mitra tersebut terdiri atas sovereign wealth fund, dana pensiun, perusahaan asuransi, manajer aset, korporasi strategis, hingga perusahaan private equity yang berperan dalam memperkuat investasi jangka panjang di berbagai sektor prioritas Indonesia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Momen Hyeri, Jung Ho Yeon, dan Jisoo BLACKPINK Hangout Bersama
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Wagub Sumut Surya Apresiasi Pengabdian Polda Sumut yang Konsisten Melayani Masyarakat
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
MAPI, ERAL hingga PJAA Berebut Berkah Libur Sekolah
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Fenomena Tak Biasa Menjelang Gempa Sichuan, Tiongkok : Burung Walet Memenuhi Langit, Ikan Melompat-Lompat dari Air
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Kebakaran Landa TPA Jatiwaringin Tangerang, Api Tak Kunjung Padam Hampir 12 Jam
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.