EtIndonesia.com Pada 29 Juni dini hari, gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gao, Kota Yibin, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Guncangan kuat dirasakan hingga Chengdu, Chongqing, dan berbagai daerah lainnya. Banyak warga yang panik dan berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah rekaman kamera pengawas memperlihatkan perilaku tidak biasa pada hewan saat gempa terjadi, seperti ikan yang melompat-lompat keluar dari air, serta kucing dan anjing yang berlarian ketakutan. Selain itu, pada malam sebelum gempa, warga juga melaporkan fenomena langit yang tidak biasa, yaitu banyak burung walet yang tetap beterbangan dan tidak kembali ke sarangnya.
Menurut Pusat Jaringan Gempa Tiongkok, gempa terjadi pada pukul 00.12 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 6 kilometer. Episentrum berada di Kota Shahe, Kabupaten Gao, Kota Yibin.
Setelah gempa terjadi, guncangan kuat dirasakan di banyak daerah, termasuk Chengdu dan Chongqing. Warga di Leshan, Zigong, Luzhou, dan Meishan juga melaporkan merasakan getaran. Guncangan bahkan dirasakan hingga Zhaotong, Yiliang, Yanjin, dan Kunming di Provinsi Yunnan, serta Xi’an di Provinsi Shaanxi dan beberapa wilayah di Guizhou.
Seorang warganet di Chengdu mengatakan bahwa: “Di lantai 20, gedung bergoyang seperti sedang berada di atas kapal.”
Hewan Panik Saat Gempa TerjadiRekaman kamera pengawas menunjukkan bangunan berguncang cukup keras saat gempa terjadi. Barang-barang di dalam rumah berjatuhan ke lantai, air dalam akuarium tumpah keluar, dan hewan peliharaan berlarian ketakutan.
Banyak warga segera keluar rumah dan memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir akan gempa susulan. Di sebuah peternakan, babi-babi juga terlihat terbangun secara bersamaan akibat guncangan.
Video lain memperlihatkan ikan-ikan yang tiba-tiba menjadi sangat gelisah saat gempa terjadi. Mereka berulang kali melompat hingga sekitar setengah meter di atas permukaan air sebelum jatuh kembali.
Di sebuah tempat bermain biliar, suara dentuman keras tiba-tiba terdengar ketika gempa terjadi. Semua orang langsung melempar stik biliar mereka dan berlarian keluar gedung.
Burung Walet Tidak Mau Kembali ke SarangSebelum gempa terjadi, warga Yibin melaporkan fenomena yang dianggap tidak biasa.
Pada malam 28 Juni, banyak burung walet terlihat terus beterbangan di udara dan bertengger di kabel listrik hingga larut malam tanpa kembali ke sarangnya.
Beberapa warga mengaitkan fenomena tersebut dengan gempa yang terjadi beberapa jam kemudian.
Komentar warga yang dikutip dalam laporan antara lain:
“Hewan-hewan ternyata sudah merasakannya lebih dulu.”
“Di depan rumah saya tadi malam juga ada sangat banyak walet. Saya kira akan turun hujan deras, ternyata yang terjadi justru gempa.”
“Sekarang sudah tahu. Kalau suatu saat melihat ayam, anjing, dan burung bertingkah aneh lagi, mungkin lebih baik langsung membawa tenda dan bermalam di luar.”
Perlu dicatat bahwa hingga kini belum ada konsensus ilmiah yang memastikan bahwa perilaku hewan dapat digunakan sebagai metode yang andal untuk memprediksi gempa bumi, meskipun laporan mengenai perilaku hewan yang tidak biasa sebelum gempa sering muncul di berbagai negara.
Kesaksian WargaSeorang warga mengatakan: “Tengah malam lampu-lampu sampai menyala karena guncangan. Sudah bertahun-tahun saya tidak merasakan gempa sekuat ini. Saya sedang tidur nyenyak lalu tiba-tiba terbangun. Tempat tidur bergoyang sangat keras dan saya merasa sedikit pusing. Saya hanya bisa menatap langit-langit. Untungnya guncangan kuat itu hanya berlangsung beberapa detik.”
Warga lain yang tinggal sekitar 4 kilometer dari episentrum berkata:
“Yang paling menakutkan adalah ketika guncangan paling kuat terjadi, listrik tiba-tiba padam. Saya benar-benar tidak tahu harus lari ke mana.”
Seorang pemilik toko mengatakan: “Dalam hitungan detik, semua makanan ringan di rak toko berjatuhan. Kerugian barang tidak terlalu penting. Yang terpenting semoga semua orang selamat dan tidak ada gempa susulan yang lebih besar.”
Pemilik seekor kucing juga menceritakan: “Kamera pengawas mengirim notifikasi bahwa rumah saya mengalami gempa. Saat saya membuka rekamannya, kucing saya langsung berlari ketakutan. Sangat mengerikan. Itu pertama kalinya kucing saya merasakan gempa.”
Seorang mahasiswa di Institut Teknologi dan Kejuruan Yibin mengatakan: “Begitu gempa terjadi, saya langsung berlari ke bawah gedung. Bahkan saya lupa mengenakan pakaian dengan benar. Itu murni naluri untuk bertahan hidup.”
Warga lain dari Luzhou menulis:
“Gempa Yibin benar-benar terasa kuat tadi malam. Beberapa hari terakhir kami bahkan mendapat peringatan kabut tebal pada malam hari. Kabut muncul tanpa alasan jelas di musim panas, dan ternyata hal yang kami khawatirkan akhirnya terjadi.”
Korban dan KerusakanMenurut laporan resmi pemerintah Tiongkok, hingga pukul 03.30 pada 29 Juni, tercatat 13 orang terluka luka-luka.
Media Tiongkok juga melaporkan bahwa di Kota Shahe, wilayah episentrum, terdapat 21 rumah mengalami retakan, dengan 3 rumah mengalami kerusakan yang relatif lebih serius.
Selain itu, jalan pegunungan di desa setempat mengalami sekitar 12 titik longsoran batu, yang menghalangi akses lalu lintas.
Laporan disusun oleh Li Enzhen. Editor penanggung jawab: Li Quan – NTDTV.com





