Seorang menteri Israel mengatakan bahwa ia telah mengajukan rencana pemerintah untuk "relokasi" warga Palestina dari Jalur Gaza, dengan bantuan badan intelijen luar negeri Israel, Mossad.
Dalam sebuah wawancara dengan media Israel, Channel 7, Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel, mengatakan bahwa telah menyiapkan "inisiatif politik" berjudul "migrasi sukarela dari Jalur Gaza" dan telah mengajukannya kepada pemerintah.
"Saya telah menyiapkan rencana ini dan mengajukannya kepada kabinet. Rencana ini hampir siap untuk diimplementasikan, dan Mossad kini telah bergabung dalam proses untuk mengelola upaya ini dengan sebaik mungkin," kata anggota kabinet keamanan Israel itu, dilansir media Middle East Monitor, Rabu (1/7/2026).
Gamliel mengatakan proposal tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, dan dia pun berjanji untuk memperluas operasi militer Israel di Gaza.
"Saat ini kita mengendalikan lebih dari 60 persen Gaza secara militer, dan kita akan terus maju hingga mencapai tujuan perang, yaitu memastikan bahwa Hamas tidak lagi dapat mengendalikan Jalur Gaza, baik secara militer maupun politik," katanya.
Ia menambahkan: "Di masa depan, Gaza dapat menjadi peluang bagus untuk permukiman, setelah migrasi sukarela terjadi."
Menteri wanita itu tidak menyebutkan negara mana yang akan menjadi tujuan pemindahan warga Palestina. Dia juga tidak memberikan rincian tentang peran Mossad dalam melaksanakan rencana pemindahan tersebut.
(ita/ita)





