Preview Belgia vs Senegal, Duel Ketat Dua Gaya Berbeda

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Belgia harus mewaspadai perlawanan sengit Senegal dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis, 2 Juli pukul 03.00 WIB. Tim asal Afrika itu memang dikalahkan dua wakil Eropa, Prancis dan Norwegia, di fase grup, namun performa mereka tak bisa dianggap sebelah mata.

Melansir Antara, Senegal datang sebagai juara Piala Afrika 2026, meskipun predikat tersebut kemudian diserahkan kepada Maroko akibat insiden walk out dalam partai final. Namun, bukan pencapaian itu yang patut diperhitungkan Belgia, melainkan pertandingan mereka melawan Mesir pada fase grup lalu.

Tim asuhan Rudi Garcia itu nyaris kalah andai bek kanan Mesir, Mohamed Hany, tidak mencetak gol bunuh diri yang menyamakan kedudukan setelah sebelumnya Emam Ashour membawa Mesir unggul.

Padahal, lima bulan sebelumnya, Mesir dikalahkan Senegal dalam semifinal Piala Afrika pada 14 Januari 2026. Kala itu, Mesir terkurung dan hanya mampu melepaskan empat tembakan dengan 35 persen penguasaan bola, sementara Senegal mencatat 11 tembakan dan menang 1-0.

Meskipun gawangnya enam kali jebol saat dikalahkan Prancis 1-3 dan Norwegia 2-3, Senegal menunjukkan perlawanan heroik. Mereka lalu bangkit dengan menghancurkan Irak 5-0. Daya tahan, disiplin, dan semangat juang tinggi membuat Senegal lolos dari lubang jarum di Grup I, sama seperti saat mengalahkan Mesir di semifinal Piala Afrika.

Bahkan saat dikalahkan Norwegia 2-3, Singa Teranga unggul dalam penguasaan bola dan peluang. Kualitas lawan-lawan Senegal selama fase grup juga lebih tinggi dibandingkan lawan-lawan Belgia. Prancis dan Norwegia yang mengalahkan Senegal tentu lebih kuat daripada Mesir dan Iran yang berhasil menahan imbang Belgia.

 

Baca Juga :

Link Resmi Nonton Live Streaming Belgia vs Senegal via HP, Cek di Sini

Statistik Belgia dan Senegal

Belgia tampaknya akan membuktikan diri lebih baik daripada Senegal, seperti terlihat pada peringkat FIFA, Belgia berada di posisi 10, sementara Senegal di peringkat 18. Dengan mengesampingkan kualitas lawan, Belgia unggul di hampir semua parameter.

Mereka mencetak 8 gol, sementara Senegal membuat 6 gol. Belgia juga menciptakan peluang lebih banyak, 73 berbanding 49. Setan Merah lebih aktif dalam mengirim umpan silang, 75 berbanding 63.

Pasukan Rudi Garcia juga lebih aktif dalam membuat sentuhan di sepertiga akhir lapangan, yakni 224 melawan 190 yang dicatat Singa Teranga. Belgia lebih kreatif dalam menciptakan ruang yang membuat bola terus dalam penguasaan mereka; 1.315 melawan 1.066 pada Senegal.

Namun, Belgia tetap harus waspada dan dituntut menjinakkan pemain-pemain Senegal yang paling menonjol. Gelandang bertahan Idrissa Gueye menjadi pemain Senegal teraktif mengumpan dan melewati hadangan lawan. Dengan 223 umpan dan 80 upaya melewati lawan yang 64 di antaranya efektif, Gueye mengungguli kinerja bek tengah Belgia, Brandon Mechele.



Timnas Senegal. Foto: fifa.com.


Dua pemain Senegal lain yang wajib diperlakukan khusus adalah Ismaila Sarr dan kapten mereka, Sadio Mane. Sarr adalah pencetak gol terbanyak Senegal dengan tiga gol, satu gol lebih banyak dari Leandro Trossard yang sementara menjadi pencetak gol terbanyak Belgia di Piala Dunia 2026. Sarr juga hanya kalah aktif dari Kevin de Bruyne dalam menciptakan peluang gol, Sarr mencatat 12 peluang, sementara de Bruyne 16 peluang.

De Bruyne sendiri akan adu aktif mengumpan dan membuka ruang dengan Sadio Mane, yang menjadi pemain Senegal teraktif di kedua aspek ini dengan 15 umpan silang dan 124 kali membuka ruang.

Namun angka Mane masih kalah dari de Bruyne, yang memiliki catatan 18 dan 175 di kedua aspek itu. Mane juga tipis di bawah Trossard dalam frekuensi menerima umpan; 68 berbanding 65.

Angka-angka itu mengindikasikan Belgia akan menghadapi pertandingan yang sama ketatnya dengan saat diimbangi Mesir 1-1 pada fase grup.

Meskipun demikian, Belgia bisa percaya diri berkat catatan apik melawan wakil-wakil Afrika. Dari enam pertemuan di Piala Dunia, Belgia hanya sekali kalah, yakni 0-2 dari Maroko pada fase grup Piala Dunia 2022. Selebihnya, mereka mampu menghindari kekalahan.

Sebaliknya, Senegal selalu dikalahkan tim-tim Eropa dalam empat edisi terakhir Piala Dunia, yakni Belanda dan Inggris pada Piala Dunia 2022, serta Prancis dan Norwegia pada Piala Dunia 2026. Pertandingan-pertandingan itu bisa menjadi rujukan karena sebelum ini Setan Merah dan Singa Teranga tak pernah bertemu dalam kompetisi apa pun.

 

Strategi dan Prediksi Pertandingan

Kedua tim dituntut untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun. Belgia harus lebih klinis dalam mengelola peluang-peluangnya setelah hanya mengonversi 73 peluang menjadi lima gol dan satu gol bunuh diri.

Sebaliknya, Senegal harus membenahi organisasi pertahanannya, terlebih jika melihat peluang gol yang tercipta, Belgia jauh lebih berbahaya daripada Prancis dan Norwegia yang mengalahkan Senegal di fase grup. 73 peluang yang dibuat Belgia selama fase grup hampir sama dengan gabungan peluang Prancis dan Norwegia selama fase grup itu, yakni 74 peluang.

Belgia juga baru kebobolan dua kali ketika Senegal sudah enam kali kebobolan. Artinya, kemungkinan gawang Senegal untuk dibobol Belgia lebih besar daripada kemungkinan Singa Teranga membobol gawang Setan Merah.

Belgia akan tetap bermain dalam pola 4-2-3-1, di mana kapten Youri Tielemans tak tergantikan di jantung permainan, dengan pasangan Amadou Onana, Nicolas Raskin, atau Hans Vanaken.

Rudi Garcia cenderung menurunkan kuartet serangan di mana Jeremy Doku, de Bruyne, dan Trossard menjadi trio yang menyangga ujung tombak. Kali ini ujung tombak akan diperankan Romelu Lukaku setelah striker Napoli itu mencetak gol saat mengalahkan Selandia Baru.

Sebaliknya, pelatih Pape Thiaw dipusingkan oleh masalah di lini belakang setelah kiper Edouard Mendy mengalami cedera lutut saat menghadapi Norwegia. Selain Mendy, seluruh pemain siap diturunkan, termasuk Ismaila Sarr yang akan menjadi tumpuan di lini depan serta Sadio Mane yang diharapkan menyuntikkan pengalaman dan ketenangan berkat jam terbangnya di level tertinggi.

Jika pertandingan harus ditentukan oleh adu penalti, Senegal memiliki kemungkinan menang lebih besar karena memiliki pengalaman lebih segar ketika memenangkan adu penalti melawan Sudan dalam perebutan tempat ketiga Piala Afrika 2025 pada 29 Agustus. Belgia juga memiliki catatan bagus dalam adu penalti, namun itu sudah lama sekali, ketika mereka menang 5-4 melawan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 1986.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa di Makassar Demo, Tuntut Hentikan MBG dan Dana Pendidikan Dikembalikan | BERUT
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri HAM Pigai Minta Tak Boleh Ada Restorative Justice untuk Taufik Hidayat
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Video: RI dan Singapura Teken MOU Penanganan Sampah Hingga Karhutla
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Fakta soal Video Tersangka Taufik Hidayat di Hotel Jatinangor Bersama Perempuan
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.