Malang: Dinas Perhubungan Jawa Timur menyatakan Terminal Arjosari di Kota Malang akan dilayani angkutan bus TransJatim untuk koridor II Malang Raya. Pengelola terminal menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung penuh operasional layanan angkutan umum dari pemerintah provinsi itu.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengungkapkan pihaknya telah dua kali menggelar rapat koordinasi dengan pengelola Terminal Arjosari dan mendapat respons antusias.
"Kami sudah dua kali melakukan rapat dengan mengundang pihak Arjosari dan mereka sangat antusias," kata Cito Eko Yuly Saputro dihubungi dari Kota Malang, seperti dilansir Antara, Rabu, 1 Juli 2026.
Terminal Arjosari telah ditetapkan sebagai salah satu origin destination layanan TransJatim untuk Koridor II Malang Raya. Selain Arjosari, Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang juga ditunjuk sebagai titik tujuan bagi koridor tersebut.
"Kami sudah melaksanakan dua kali rapat bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang dan hasilnya menentukan origin destination-nya," ucapnya.
Baca Juga :
Naik Trans Jatim, Jelajahi 7 Destinasi Wisata di Malang dan Batu saat Libur Sekolah
Meskipun titik tujuan telah ditentukan, Dishub Jawa Timur masih belum menetapkan jalur di wilayah Kota Malang maupun Kabupaten Malang yang nantinya akan dilintasi bus TransJatim. Cito mengatakan, penentuan jalur masih harus dikoordinasikan dengan dinas jajaran pemerintah daerah di dua wilayah Malang Raya, kemudian dilanjutkan dengan tahapan survei lokasi.
Ia menekankan, survei jalur akan melihat empat komponen utama yang mempengaruhi program angkutan umum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pertama, menyangkut ada atau tidaknya friksi dari masyarakat. Kedua, melihat supply and demand di masyarakat. Ketiga, dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah hingga pariwisata. Keempat, ketersediaan lahan untuk halte yang memadai.
"Meski permintaan tinggi tapi kalau luas lahan tidak mencukupi kan percuma, mengingat konsep TransJatim adalah menaikkan dan menurunkan penumpang. Untuk armada sama seperti koridor I, 14 bus beroperasi dan satu bus cadangan," ujarnya.
Bus Trans Jatim Koridor Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Dikonfirmasi terpisah, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, mengatakan secara prinsip pihaknya menyambut apabila nantinya layanan TransJatim bisa benar-benar beroperasi di terminal tersebut.
"Kami siap mendukung penuh," katanya, Rabu, 1 Juli 2026.
Mega juga menyampaikan telah memberikan saran kepada Dishub Jawa Timur agar angkutan tersebut lebih diprioritaskan masuk ke Terminal Tipe C Arjosari atau terminal untuk angkot.
"Arjosari kan ada dua pengelola ada tipe A dan tipe C, nah kemarin waktu rapat terakhir rencana di terminal tipe C cuma titiknya dimana kami belum mendapatkan informasi," ujarnya.




