Citilink Buka Lima Rute Baru, Yogyakarta, Banjarmasin hingga Batam

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Maskapai penerbangan Citilink membuka lima rute penerbangan domestik baru yang berlaku mulai hari ini, Rabu (1/7). Rute baru yang dibuka adalah Makassar-Yogyakarta (YIA) pp., Yogyakarta (YIA)-Batam pp., dan Yogyakarta (YIA)-Balikpapan pp., yang dijalankan menggunakan armada Airbus A320. 

Sementara itu, dua rute lainnya yakni Yogyakarta (JOG)-Banjarmasin pp., dan Banjarmasin-Balikpapan pp., dioperasikan setiap hari menggunakan armada ATR 72-600.

Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan pembukaan lima rute baru ini sejalan dengan upaya penguatan jaringan Garuda Indonesia Group seiring dengan peningkatan jumlah armada Citilink yang beroperasi. 

“Melalui pembukaan rute-rute baru ini, Citilink berkomitmen untuk terus menghadirkan konektivitas yang lebih luas untuk memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Kehadiran rute baru ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas bisnis maupun pariwisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Darsito dalam siaran pers, Rabu (1/7).

Dia menyebut dengan rute baru ini, perusahaan semakin memperkuat konektivitas dari Yogyakarta sebagai salah satu titik strategis yang menghubungkan wilayah Jawa dengan Sulawesi, Sumatra, dan Kalimantan. Di sisi lain, penambahan layanan menuju dan dari Banjarmasin serta Balikpapan diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kalimantan.

“Dengan bertambahnya pilihan rute dan frekuensi penerbangan, kami berharap masyarakat memiliki akses yang semakin mudah untuk bepergian ke berbagai destinasi. Citilink akan terus berupaya menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga setiap perjalanan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.

Citilink merupakan maskapai penerbangan di bawah naungan Garuda Indonesia Group yang saat ini melayani lebih dari 80 rute ke lebih dari 50 destinasi di Indonesia maupun internasional. Citilink termasuk salah satu perusahaan yang rencananya akan masuk dalam holding maskapai BUMN.

Pembentukan Holding Maskapai BUMN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebelumnya menargetkan pembentukan holding maskapai BUMN akan selesai pada semester I 2026.

Holding maskapai BUMN akan terdiri atas PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), anak perusahaan GIAA yaitu PT Citilink Indonesia, serta PT Pelita Air Service yang merupakan lini bisnis maskapai PT Pertamina (Persero).

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia Rohan Hafas menyebut pembentukan holding maskapai BUMN akan menciptakan efisiensi dan optimalisasi sistem pemesanan dari ketiga perusahaan.

"Holdingisasi dari Pelita, Citilink, dan Garuda artinya satu booking, satu Garuda point, mileage, registration, bahkan seat-nya bisa saling tukar dan sebagainya. Itu pasti bisa lebih efisien. Jadi optimalisasi dari sistem booking," ujar Rohan dikutip dari Antara.

Dari sisi penambahan jumlah pesawat, Ia melanjutkan dengan bergabungnya ketiga maskapai, maka masalah keterbatasan armada yang dialami oleh masing-masing perusahaan dapat teratasi, apalagi jika memiliki rute penerbangan yang sama.

"Jumlah pesawatnya jadi lebih banyak kalau bergabung. Rute yang sama bisa di masing-masing hanya 60%, kalau digabung penuh dua-duanya, tujuannya Surabaya misalkan yang paling populer. Citilink ada Surabaya, Pelita ada Surabaya, Garuda ada Surabaya, kenapa enggak satu flight?" ujar Rohan.

Seiring penggabungan sistem booking dan kerja sama ketiga perusahaan, pihaknya berharap dapat menjadi tambahan pendapatan bagi maskapai, terutama Garuda Indonesia yang saat ini masih berjuang untuk meraih keuntungan (profit).

"Hopefully ya, segera di semester I 2026, karena itu sangat krusial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," ujar Rohan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misteri Jasad Bayi dalam Kendil Pecah di Selokan Surabaya, Polisi Buru Pelaku
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Foto: Pengungsi Afghanistan Desak UNHCR Percepat Resettlement
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Merchant Beromzet sampai Rp500 Juta Bebas dari Pajak E-Commerce, Begini Syaratnya
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Tragedi di Pakistan, 14 Anak Tewas Tertimpa Atap Bimbingan Belajar
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kriminal Kemarin, sindikat judol hingga bocah tewas di lubang proyek
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.