BPOM Temukan Obat Palsu Bermerk “Codrela”, “Trivam Fliege”, hingga “Kopi Badak Juooss”

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS– Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menemukan peredaran obat palsu dan obat bahan alam dengan bahan kimia obat yang berbahaya bagi masyarakat. Kewaspadaan mesti ditingkatkan agar masyarakat tidak membeli obat secara sembarangan.

Obat palsu yang ditemukan tersebut dengan merek Codrela dan Trivam Fliege. Pada produk Codrela, kandungan bahan aktif tidak sesuai dengan informasi pada label. Produk tersebut mengklaim mengandung zat aktif Kodein untuk pereda batuk dan mencegah gejala alergi.

Namun, berdasarkan hasil pengujian BPOM tidak menemukan kandungan tersebut. Obat yang beredar justru mengandung dekstrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM).

Baca JugaObat Palsu: Pemblokiran Laman Distribusi Bukan Solusi Akhir
Baca JugaBisnis Obat Palsu secara Daring Makin Marak
Baca JugaKonsumen Obat Dirugikan

Selain itu, kandungan obat dengan merek Trivam Fliege juga ditemukan tidak sesuai dengan label informasi pada kemasan. Obat tersebut diklaim mengandung bahan aktif propofol 20 miligram. Jika obat tersebut dipalsukan, itu berpotensi disalahgunakan pelaku kejahatan untuk melumpuhkan dan menurunkan kesadaran korban.

“Propofol digunakan sebagai anestetik umum intravena untuk induksi dan pemeliharaan anestesi umum serta sedasi pada prosedur medis atau perawatan intensif. Propofol merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Taruna menyebutkan, obat palsu Codrela ditemukan di salah satu sarana di wilayah Jawa Timur. Sementara itu, obat palsu Trivam Fliege ditemukan melalui pengawasan di sarana daring di marketplace.

Terhadap dua temuan tersebut, BPOM telah melakukan pengawasan lanjutan, penelusuran intelijen, dan penyidikan secara langsung. Hal itu dilakukan untuk mengungkap sumber dan pihak yang memproduksi ataupun mengedarkan obat palsu tersebut.

Pengawasan di media daring juga terus dilakukan. Setidaknya dari periode 2023 sampai Maret 2026 telah teridentifikasi 183 tautan di marketplace yang menjual Trivam palsu. Saat ini, penurunan atau takedown konten terkait obat palsu tersebut sudah dilakukan.

Obat palsu dapat mengandung komposisi yang tidak tepat, terlalu banyak atau sedikit, dan bahkan tidak mengandung zat aktif sama sekali.

Selain itu, kerja sama dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya yang dilakukan telah berhasil mengungkapkan adanya gudang farmasi ilegal berskala besar di Jakarta Barat. Dari hasil penindakan tersebut telah dihitung memiliki nilai keekonomian sebesar Rp 2,74 miliar.

Serial Artikel

Jamu Palsu Berisi Obat Oplosan Beredar di Jateng

alai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang, Senin (22/7/2019) menggerebek tempat produksi jamu palsu, di Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Produk itu dikategorikan berbahaya karena meski pada kemasan bertuliskan jamu, kapsul justru diisi oplosan obat-obatan.

Baca Artikel

Taruna mengatakan, obat palsu masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Obat palsu dapat mengandung komposisi yang tidak tepat, terlalu banyak atau sedikit, dan bahkan tidak mengandung zat aktif sama sekali.

“Dalam beberapa kasus, obat palsu juga ditemukan mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan,” katanya.

Obat bahan alam

Sebelumnya, BPOM juga menemukan setidaknya 12 produk obat bahan alam yang ilegal. Obat tersebut mengandung bahan kimia obat yang dilarang untuk digunakan pada obat bahan alam. Sebagian besar produk yang ditemukan, antara lain produk dengan klaim stamina pria dan obat untuk mengatasi pegal linu.

Taruna mengatakan, ada pula obat bahan alam dengan klaim yang perlu menjadi perhatian, yakni produk dengan klaim mengatasi penyakit kulit dan gatal-gatal. Produk tersebut ditemukan dengan bahan kimia obat berupa parasetamol dan mikonazol. Selain itu, ditemukan pula obat bahan alam dengan klaim mengatasi gangguan pencernaan yang ternyata mengandung bahan kimia famotidin.

Produk lainnya yang ditemukan yakni produk dengan klaim pereda sesak nafas yang mengandung deksametason dan klorfeniramin maleat/CTM, obat dengan klaim pelangsing dengan kandungan sibutramin, obat untuk stamina pria yang mengandung sildenafil sitrat, serta obat untuk pegal linu atau encok dan asam urat yang mengandung parasetamol dan kafein.

Secara rinci, merek obat bahan alam yang berbahaya tersebut, meliputi S Sepuluh, Remurat 001, Jamu Asam Urat Flu Tulang, Kopi Badak Juooss, Kopi Joss, Kenzo, Red Bull, Cordyceps Zhi Ke Bao Capsules, Herbal Slim, Sapu Jagat, Miao Jia Zu Dai Fu Yi Jun Ru Gao, serta Vall-Boon 606 Antacid Tablets.

“Mengapa obat ini berbahaya? Karena konsumen meyakini bahwa produk yang dikonsumsi ini berbahan alami. Padahal ini penipuan karena mengandung bahan kimia obat yang tidak dicantumkan dan sangat berisiko jika digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” ujar Taruna.

Dampak bahaya

Ia mengatakan, obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat dapat menimbulkan efek samping serius bagi kesehatan. Itu misalnya kandungan sildenafil sitrat untuk disfungsi ereksi yang membutuhkan resep dokter. Penggunaan kandungan tersebut yang tidak sesuai dapat menimbulkan efek berbahaya, seperti penurunan tekanan darah secara signifikan, serangan jantung, serta kerusakan hati dan ginjal.

Baca JugaPemberian Obat Tanpa Bahaya
Baca JugaAspirin Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Gagal Jantung
Baca JugaObat Tradisional dan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Masih Ditemukan

Taruna mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap produk dengan klaim berlebihan seperti peningkatan stamina secara instan atau meredakan pegal linu dalam sekejap. Produk dengan klaim tersebut berisiko tinggi mengandung bahan kimia obat yang bisa berdampak bahaya.

“Salah satu modus yang kerap digunakan juga adalah pencantuman nomor izin edar palsu atau fiktif, jadi masyarakat harus waspada. Saya mengimbau kepada masyarakat agar hanya membeli produk dari sumber terpercaya, baik secara daring maupun langsung. Dan senantiasa mencermati informasi produk pada kemasan, promosi, atau iklan,” ujarnya.

Secara terpisah, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Trisni Untari Dewi, dikutip dari laman IPB University, mengatakan, bahan kimia obat yang dicampurkan ke dalam obat alam atau obat tradisional dapat menimbulkan berbagai efek, mulai dari efek ringan sampai berat. Itu seperti iritasi saluran pencernaan, kerusakan hati dan ginjal, gangguan penglihatan, serta gangguan irama jantung.

“Pada efek samping ringan, kerusakan yang terjadi bisa bersifat sementara (reversible). Namun, pada efek samping berat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ atau bahkan kematian,” katanya.

Trisni menyampaikan, bahan kimia obat merupakan senyawa sintetis atau produk kimia yang berasal dari bahan alam yang umumnya digunakan pada pengobatan modern. Penggunaan bahan kimia obat harus disertai takaran atau dosis, aturan pakai yang ketat, serta peringatan bahaya penggunaan.

Sementara itu, obat bahan alam atau obat tradisional biasanya dibuat dengan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, dan sediaan sarian atau galenik. Produk tersebut umumnya digunakan secara turun-temurun di masyarakat.

Serial Artikel

Obat Bahan Alam Berpotensi Jadi Aset Strategis Nasional

Apabila strategi pemanfaatannya tepat dan kuat, Indonesia diyakini bisa mengurangi ketergantungan impor obat sekaligus jadi pemain global herbal dan fitofarmaka.

Baca Artikel

Meski begitu, oknum industri obat tradisional sering ditemukan mencampurkan bahan kimia obat pada produk obat tradisional untuk memberikan efek yang cepat. Karena itu, masyarakat mesti lebih waspada saat memilih produk obat tradisional yang akan dikonsumsi.

“Hindari produk yang masuk daftar public warning dari BPOM. Curigai jika ada produk obat tradisional yang menawarkan atau memberikan efek yang sangat cepat atau instan. Itu jarang terjadi pada obat bahan alam murni,” tutur Trisni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilu di Venezuela, Gempa Kembar Sebabkan Bau Mayat di Mana-Mana
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Regional Launching New Honda Vario Evo 160, MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolri Anugerahi Prabowo Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
PSSI Inspeksi Rumput Stadion Pakansari Jelang Piala AFF 2026: Sangat Terjaga, Sesuai Standar
• 50 menit lalubola.com
thumb
Jelang Lawan Argentina, Presiden Cape Verde Yakin Timnya Bisa Bikin Messi Menangis
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.