SIDOARJO, KOMPAS - Bandara Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, resmi menutup layanan ibadah haji debarkasi Surabaya. Bandara itu pun langsung membuka kembali layanan penerbangan umrah. Jatim menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah umrah terbanyak di Indonesia.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, layanan ibadah haji tahun 2026 untuk debarkasi Surabaya berakhir pada Rabu (1/7/2026). Seiring berakhirnya layanan penerbangan haji, pengelola Bandara Internasional Juanda langsung membuka kembali layanan penerbangan umrah di Terminal 2 pada Rabu ini.
Terminal 2 Bandara Internasional Juanda merupakan terminal untuk melayani penerbangan internasional. Terminal yang berada di dekat Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda itu juga melayani jemaah haji dan umrah.
Penerbangan umrah perdana setelah musim haji tersebut dilayani oleh maskapai Lion Air. Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh perwakilan manajemen Bandara Internasional Juanda dan Lion Air dengan memberikan suvenir kepada perwakilan jemaah umrah.
“Kami sebagai pengelola bandara mendukung penuh penerbangan ini. Seluruh fasilitas dan pelayanan penumpang internasional telah disiapkan untuk memastikan proses penerbangan umrah berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tohir.
Tohir menambahkan, Lion Air melayani penerbangan umrah sebanyak delapan kali dalam seminggu. Dari Bandara Internasional Juanda, penerbangan itu langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dengan tipe pesawat 330/900 Neo yang berkapasitas 436 orang.
Selain Lion Air, maskapai Garuda Indonesia juga melayani penerbangan umrah di Bandara Internasional Juanda. Selama periode Januari-April 2026, bandara itu telah melayani 84.117 penumpang umrah. Bandara itu pun menjadi salah satu tulang punggung layanan umrah di Jatim dan wilayah Indonesia timur.
“Dengan dimulainya penerbangan umrah dari Lion Air, diharapkan dapat mengakomodir dan mempermudah kebutuhan wisata religi masyarakat Jatim,” kata Tohir.
Adapun untuk layanan penerbangan haji, Bandara Internasional Juanda menerima kedatangan kelompok terbang (kloter) 116 pada Rabu pukul 13.00 WIB. Kedatangan Kloter 116 ini sekaligus menandai berakhirnya proses debarkasi haji 2026 di bandara tersebut.
Pada hari terakhir layanan haji, Bandara Internasional Juanda melayani empat kloter, yakni yakni Kloter 113, Kloter 114, Kloter 115, dan Kloter 116. Kloter tersebut membawa jemaah yang berasal dari Surabaya, Nganjuk, Kediri, Sidoarjo, Malang, dan Pasuruan.
“Alhamdulillah, seluruh pelaksanaan debarkasi haji berjalan dengan baik dan lancar. Selama debarkasi, Bandara Internasional Juanda melayani sebanyak 43.881 jamaah haji,” ucap Tohir.
Dia menambahkan, kelancaran pelaksanaan debarkasi haji 2026 tidak lepas dari koordinasi dan kerja sama yang baik dengan stakeholder terkait. sepertiPanitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, AirNav Surabaya, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, pihak ground handling, maskapai, dan pihak terkait lain.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam mengatakan, total rencana kedatangan jemaah haji debarkasi itu sebanyak 44.000 jemaah dan petugas haji. Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 kloter telah tiba di Surabaya dengan jumlah jemaah haji sebanyak 42.391 orang atau sekitar 96 persen.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.657 orang di antaranya merupakan jemaah haji dan 734 orang adalah petugas haji. "Ada 1.609 jemaah dan petugas yang dipulangkan pada kloter-kloter terakhir. Alhamdulillah, proses pemulangan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar," kata Anam.
Berdasarkan data operasional penerbangan sampai dengan Senin (29/6/2026), sebanyak 88 penerbangan debarkasi Surabaya tiba tepat waktu, sebanyak 13 penerbangan mendarat lebih cepat dari jadwal, dan sebanyak 11 penerbangan mengalami keterlambatan.
Menurut data mutasi yang keluar hingga kloter 112, sebanyak 72 jemaah wafat di Arab Saudi, 40 jemaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi, serta satu orang pendamping mengikuti proses pemulangan melalui embarkasi lain.
Selama debarkasi, Bandara Internasional Juanda melayani sebanyak 43.881 jamaah haji
Selain itu, sebanyak 10 jemaah mengalami tunda pulang, 10 jemaah pulang secara mandiri, 84 jemaah berpindah kloter, 94 kursi kosong, dan terdapat 187 kursi operasional atau open seat.
Sementara itu, mutasi masuk tercatat sebanyak 124 orang dan seluruhnya telah bergabung pada kloter sesuai penempatannya. Hingga hari ke-30, Senin (29/6) kemarin, masih terdapat 16 jemaah yang belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat enam jemaah yang wafat dalam proses pemulangan. Hery Widianto, jemaah asal Kota Malang, wafat di dalam pesawat saat perjalanan menuju Tanah Air.
Lima jemaah lainnya wafat setelah menjalani perawatan, yakni Wayan Rohani Suwasti asal Kota Malang, Kasijatin Tiba asal Kota Pasuruan, Darsiman Samsuri asal Kabupaten Tuban, Marsinah Marjan asal Kabupaten Bojonegoro, dan Sri Oetarti asal Surabaya.
Menurut Anam, seluruh proses penanganan jenazah serta pemenuhan hak-hak jemaah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan pendampingan kepada keluarga.
Dia menambahkan, PPIH Debarkasi Surabaya berkomitmen mengawal proses pemulangan hingga kloter terakhir serta memberikan perhatian kepada jemaah yang masih menjalani perawatan.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, baik petugas kesehatan, maskapai, pemerintah daerah, maupun otoritas terkait agar seluruh proses pemulangan dapat diselesaikan dengan baik. Kami juga terus mendoakan jemaah yang masih dirawat agar segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air," ucapnya.





