HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Persebaya Surabaya terus menunjukkan keseriusannya membangun skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027. Di bawah komando pelatih anyar Bernardo Tavares, Bajul Ijo bergerak agresif di bursa transfer dengan merekrut sejumlah pemain yang memiliki ikatan kuat dengan sang pelatih saat masih menukangi PSM Makassar.
Fenomena tersebut membuat publik mulai melihat bahwa Persebaya perlahan membangun tim dengan “DNA PSM Makassar”. Tidak hanya mengandalkan kualitas individu pemain, Bernardo juga tampak berusaha menghadirkan pemain-pemain yang telah memahami filosofi dan metode kepelatihannya.
Sejauh ini, sedikitnya empat mantan pemain PSM telah resmi menjadi bagian dari Persebaya.
Mereka adalah Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, dan Ramadhan Sananta. Khusus Sananta, meski sempat berkarier di klub lain, penyerang Timnas Indonesia itu merupakan jebolan sekaligus mantan bintang PSM Makassar.
Kehadiran empat pemain tersebut diyakini bukan sebuah kebetulan.
Bernardo Tavares dikenal memiliki hubungan yang sangat baik dengan sejumlah mantan anak asuhnya selama menangani Juku Eja. Kedekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempermudah proses perekrutan sekaligus mempercepat adaptasi pemain terhadap skema permainan yang akan diterapkannya di Surabaya.
Namun, aktivitas transfer Persebaya tampaknya belum berhenti.
Dua nama pemain asing PSM Makassar kini santer dikabarkan menjadi target berikutnya, yakni Gledson Paixao dan Yuran Fernandes.
Rumor itu semakin menguat karena proses negosiasi keduanya disebut sudah memasuki tahap akhir dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari manajemen Persebaya.
Nama Gledson menjadi yang paling dekat dengan pintu keluar PSM.
Gelandang bertahan asal Brasil tersebut bahkan telah berpamitan kepada seluruh elemen klub melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan itu, Gledson menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan membela Juku Eja selama satu musim terakhir.
“Hari ini saya mengucapkan selamat tinggal kepada PSM Makassar dengan hati yang penuh rasa syukur,” tulis Gledson.
Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setim, jajaran pelatih, staf klub, hingga suporter yang selalu memberikan dukungan sepanjang dirinya berada di Makassar.
“Terima kasih khusus kepada para penggemar yang selalu menunjukkan kasih sayang dan dukungan. Saya akan membawa kenangan indah dan pelajaran berharga.”
Di akhir pesannya, pemain berusia 31 tahun itu turut mendoakan agar PSM Makassar terus meraih kesuksesan pada musim-musim berikutnya.
Kepergian Gledson sebenarnya cukup beralasan.
Ia merupakan pemain yang didatangkan langsung atas rekomendasi Bernardo Tavares pada awal musim 2025/2026. Selama satu musim berseragam PSM, Gledson menjelma menjadi salah satu pemain paling penting di lini tengah.
Perannya sebagai gelandang bertahan membuat keseimbangan permainan PSM tetap terjaga, baik saat menyerang maupun bertahan.
Sepanjang musim lalu, Gledson tampil dalam 22 pertandingan dengan total 1.747 menit bermain. Dari penampilannya tersebut, ia mencatatkan satu gol dan satu assist, namun kontribusinya jauh lebih besar daripada sekadar statistik.
Kemampuannya memutus serangan lawan, membaca permainan, hingga mengatur tempo menjadikannya salah satu pemain favorit Bernardo Tavares.
Karena itu, apabila resmi bergabung dengan Persebaya, Gledson dipastikan tidak akan kesulitan beradaptasi.
Ia akan kembali bekerja sama dengan pelatih yang memahami karakter permainannya sekaligus bereuni dengan sejumlah mantan rekan setimnya di PSM.
Sementara itu, satu nama lain yang juga terus dikaitkan dengan Bajul Ijo adalah Yuran Fernandes.
Bek tengah asal Tanjung Verde tersebut menjadi salah satu pilar penting PSM dalam beberapa musim terakhir dan dikenal sebagai sosok pemimpin di lini belakang.
Hingga kini memang belum ada konfirmasi resmi mengenai masa depan Yuran.
Namun apabila bek tangguh tersebut benar-benar mengikuti jejak Gledson, maka Persebaya akan memiliki fondasi pertahanan yang semakin solid sekaligus memperkuat aroma PSM Makassar di dalam skuadnya.
Dengan bursa transfer yang masih berlangsung, Persebaya diperkirakan masih akan terus bergerak mencari tambahan pemain sesuai kebutuhan Bernardo Tavares.
Yang menarik, hampir seluruh pemain yang dikaitkan dengan Bajul Ijo memiliki keterkaitan dengan perjalanan sukses Bernardo bersama PSM Makassar.
Strategi ini menunjukkan bahwa pelatih asal Portugal tersebut tidak sekadar membangun tim bertabur nama besar, melainkan berusaha membentuk skuad yang sudah memahami filosofi permainannya.
Jika proses perekrutan berjalan sesuai rencana, Persebaya berpotensi menjadi salah satu kekuatan paling siap menghadapi Super League 2026/2027 dengan fondasi yang dibangun dari para pemain yang pernah merasakan sentuhan Bernardo Tavares di PSM Makassar.





