JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluruskan informasi mengenai 60.000 calon mahasiswa baru (camaba) yang disebut mengundurkan diri atau tidak mendaftar ulang pada seleksi tahun 2026.
Direktur Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja menegaskan bahwa narasi 60.000 mahasiswa mundur pada 2026 keliru karena proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri masih berlangsung hingga 31 Juli 2026.
Beny menjelaskan, angka 60.000 yang ramai diperbincangkan sebenarnya merujuk pada data evaluasi tahun 2025 yang dipaparkan Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI.
Baca Juga: Biaya Kuliah Dianggap Mahal, UI Angkat Bicara: Camaba Pakai Pajero, Masa Dikasih UKT Rp500 Ribu?
Dalam Forum Diskusi Denpasar 12 di Jakarta, Rabu (1/7/2026), Beny merinci bahwa dari total daya tampung nasional sebanyak 627.000 kursi pada 2025, sebanyak 585.000 peserta dinyatakan lolos seleksi.
Masih terdapat sekitar 40.000 kursi kosong karena tidak ada peserta yang memenuhi standar kualitas minimal, bukan karena peserta mengundurkan diri.
"Dari 585.000 tersebut, memang betul ada yang tidak daftar ulang. Kalau dihitung data tahun 2025 adalah 17.000-an atau sekitar 2,8 persen dari yang diterima," kata Beny dikutip dari Antara.
Tiga Alasan Utama Calon Mahasiswa Tidak Daftar UlangBerdasarkan investigasi panitia seleksi, Beny mengungkapkan tiga alasan utama belasan ribu calon mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang.
Yang pertama adalah ketidakcocokan program studi. Peserta seleksi jalur tes diperbolehkan memilih hingga lima program studi.
Baca Juga: Mahasiswa di Makassar Demo, Tuntut Hentikan MBG dan Dana Pendidikan Dikembalikan | BERUT
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- mahasiswa mundur 2026
- Kemdiktisaintek
- calon mahasiswa baru
- pendaftaran ulang PTN
- jalur mandiri PTN
- daya tampung PTN 2025





