Komisi I setujui kerja sama pertahanan RI-Turki-Malaysia

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Seluruh fraksi di Komisi I DPR RI menyetujui dua rancangan undang-undang (RUU) ratifikasi kerja sama pertahanan Indonesia dengan Turki dan Malaysia dalam rapat kerja bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan persetujuan tingkat komisi tersebut diharapkan memperlancar implementasi kerja sama pertahanan kedua negara mitra setelah memiliki landasan hukum yang lebih kuat.

“Pengesahan sudah berjalan lancar, mudah-mudahan dengan pengesahan ratifikasi ini programnya bisa berjalan lebih mulus berbasis kekuatan undang-undang,” kata Utut.

Dua RUU yang disetujui tersebut adalah RUU tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki mengenai Kerja Sama dalam Bidang Pertahanan serta RUU tentang Pengesahan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia dalam Bidang Kerja Sama Pertahanan.

Menurut Utut, perjanjian kerja sama pertahanan dengan Malaysia ditandatangani pada 9 Agustus 2022, sedangkan perjanjian dengan Turki diteken pada 14 Desember 2022.

Sebelum pembahasan tingkat I, Komisi I DPR telah menggelar rapat dengar pendapat umum pada 17 Juni 2026 dengan sejumlah guru besar, akademisi, dan lembaga pemikir untuk memperoleh masukan terkait kedua RUU tersebut.

Selanjutnya, hasil persetujuan tingkat komisi akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk mendapatkan persetujuan tingkat II.

Dalam rapat kerja itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menjelaskan kerja sama pertahanan dengan Turki dan Malaysia dikembangkan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing negara.

Ia mengatakan kedua perjanjian tersebut belum dapat diberlakukan karena masih menunggu pemenuhan prosedur hukum dalam negeri masing-masing pihak.

Oleh karena itu, persetujuan DPR terhadap kedua RUU ratifikasi tersebut menjadi tahapan penting agar kerja sama dapat mulai berlaku dan diimplementasikan.

Baca juga: Sjafrie bahas penguatan kerja sama pertahanan dengan Dubes Prancis

Baca juga: TNI AL perkuat kerja sama pertahanan dengan Angkatan Laut Pakistan

Baca juga: Jepang-Indonesia jajaki kerja sama pertahanan maritim


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sastra yang Saling Membunuh: Ketika Perbedaan Tafsir Berubah Menjadi Penghakiman
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhaj: 367 Jemaah Haji RI Wafat, Istitha'ah Kesehatan hingga Pengaturan di Mina Disiapkan
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Arab Saudi dan Turkiye Bentuk Forum Bisnis Permanen untuk Perkuat Perdagangan dan Investasi
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Jadi Korban Fraud Kredit Rp90 Miliar, BRI Palembang Laporkan Dugaan Tindak Pidana Perbankan
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Dirjen Pajak Kaji Usulan Hapus Pajak Pencairan JHT
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.