Jakarta: Gabungan Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (GAMDI) memberikan ruang bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk evaluasi internal. Mereka memberikan masukan untuk perbaikan tata kelola program MBG.
“Kami memberikan kesempatan kepada BGN untuk melakukan evaluasi internal. Sementara itu kami menyiapkan berbagai rekomendasi sebagai masukan untuk memperbaiki sistem tata kelola secara komprehensif ke depan," ujar Ketua Umum GAMDI Riyad dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.
Hal ini disampaikan Riyadi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Evaluasi Surat Edaran BGN Nomor 12 Tahun 2026 di Best Western, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Riyad menjelaskan rekomendasi yang disiapkan mencakup berbagai aspek. Mulai dari tata kelola kelembagaan, sistem operasional dapur, hingga penguatan rantai pasok agar pelaksanaan MBG semakin efektif dan berkelanjutan.
Terkait kemungkinan perubahan skema pelaksanaan MBG yang lebih berfokus pada kantin sekolah, Riyad menilai langkah tersebut sulit diterapkan menyeluruh. Sebab, sudah ada ribuan dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah.
"Kalau seluruhnya dialihkan ke kantin sekolah saya rasa tidak mungkin. Dapur yang sudah berjalan jumlahnya sudah sangat banyak," ujar Riyad.
Baca Juga :
DPR Minta BGN Tingkatkan Penyerapan Produk Petani dan UMKM
Wakil Rektor Universitas Pelita Harapan, Jerry Sambuaga. Dok. Istimewa
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Pelita Harapan, Jerry Sambuaga menilai evaluasi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah yang tepat untuk memastikan program MBG berjalan semakin baik. Menurut Jerry, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen besar terhadap keberhasilan program andalannya itu.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah melakukan evaluasi dan berharap hasilnya benar-benar membantu masyarakat," ujar Jerry.
Dia mengatakan evaluasi perlu memperhatikan berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Termasuk asosiasi, pelaku usaha, akademisi, regulator, dan masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan mampu menjawab tantangan di lapangan.
Menurut Jerry, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga telah menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak sektor.
"Karena itu, keberlangsungan program ini sangat penting bagi perekonomian daerah maupun nasional," papar eks Wakil Menteri Perdagangan itu.
Dia menambahkan setiap program berskala nasional tentu memiliki tantangan. Sehingga, evaluasi dan penyempurnaan merupakan bagian yang wajar dalam proses pelaksanaannya. Menurut dia, terpenting hasil evaluasi dapat menghasilkan solusi yang memperkuat tata kelola.




