Cabuli Santriwati, Pimpinan Ponpes di Bogor Modus Obati Lewat Bekam

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polisi menetapkan pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial N di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai tersangka pencabulan terhadap santriwati. Pelaku melakukan aksi bejat dengan modus mengobati korban lewat bekam.

Mulanya, pada November 2024, Buya mengajari kitab kuning kepada korban di teras rumah. Setelahnya, kaki korban kesemutan sehingga Buya memintanya untuk tidak kembali ke asrama.

Baca juga: Berakhir Ulah Cabul Tukang Fotokopi di Bogor Setelah Diringkus Polisi

Buya berdalih menanyakan dan melihat kondisi korban. Di situ, korban dilecehkan dan korban sempat melakukan aksi penolakan.

"Selanjutnya, N menawarkan untuk membekam bagian tubuh korban yang masih sakit akibat pernah terjatuh," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Korban menyetujui untuk diobati lewat pengobatan bekam. Namun karena takut dan terkejut atas perlakuan N, korban tidak menceritakan hal tersebut kepada siapa pun.

"(Korban) merasa takut dan terkejut atas perlakuan yang korban alami dari orang yang sangat korban hormati di Pondok Pesantren Al Aimmatul Arbaah," ucapnya.

Polisi saat ini telah menetapkan N alias Buya sebagat tersangka. Kini N telah ditahan di Polsek Bojonggede.

Anak Pimpinan Ponpes Juga Lecehi Santriwati

Perbuatan N diduga dilakukan bersama anaknya berinisial S. Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar Bekti mengatakan S saat ini masih berstatus saksi.

"Belum, belum (tersangka). Masih saksi, tapi masih proses," ujar AKP Tamar.




(dvp/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disperindag Papua fokus perkuat produksi komoditas pangan strategis
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Hari Bhayangkara ke-80 Digelar di Cikeas, Presiden Prabowo Pimpin Upacara | KOMPAS SIANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Video: DJP Kemenkeu Kaji Evaluasi Ketentuan Pajak pada Pencairan JHT
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Erajaya (ERAA) Guyur Dividen Rp25 per Saham, Catat Tanggalnya
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Ketua LPS: Halal Beyond Label Adalah Keniscayaan Bangun Ekonomi Syariah
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.