AS Pertimbangkan Kurangi Militernya di Arab Saudi, Ini Alasannya

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mengurangi keberadaan militernya di Arab Saudi dan memusatkan pasukannya di negara-negara yang lebih kooperatif selama kampanye militer melawan Iran, seperti Israel dan Yordania, menurut laporan The Wall Street Journal.

Laporan yang mengutip sejumlah sumber itu, menyatakan bahwa selama masa jabatan pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, AS telah meningkatkan kehadiran militernya di Pangkalan Udara Pangeran Sultan untuk menghalangi Iran.

Baca Juga :
Helikopter Aramco Saudi Jatuh, 14 Orang Tewas
Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi Resmi Mundur usai The Green Falcons Gugur di Piala Dunia 2026

Namun, ketidaksepakatan tentang Operasi Epic Fury dan Proyek Kebebasan antara AS dan Arab Saudi pun terjadi hingga memicu diskusi tentang pengurangan pasukan AS di kerajaan tersebut.

Karena khawatir terjadi eskalasi ketegangan, Arab Saudi lalu memblokir akses militer AS ke pangkalan dan wilayah udaranya segera setelah Proyek Kebebasan diluncurkan.

Sebagai tanggapan, AS pun mengancam akan menunda pengiriman sistem pencegat yang digunakan Arab Saudi untuk mempertahankan diri dari rudal dan drone Iran. Hal itu memaksa Riyadh mencabut pembatasan tersebut.

Namun, AS tidak memperbarui Proyek Kebebasan, melainkan beralih dengan melakukan koordinasi secara diam-diam bersama kapal-kapal untuk membantu mereka meninggalkan Selat Hormuz pada malam hari dengan cara mematikan pemancar kapal, demikian laporan tersebut.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Bahrain, tetapi tidak ke Arab Saudi.

Bagi Riyadh, sikap Rubio itu dianggap sebagai pernyataan tidak bersahabat secara terbuka. Pemerintahan Trump pun menolak interpretasi Arab Saudi itu, dengan mengatakan bahwa Rubio mengadakan pembicaraan produktif dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud di Bahrain dan hubungan antara Washington dan Riyadh pun tetap kuat. (Ant)

Baca Juga :
Hizbullah Tegaskan Perjanjian Lebanon-Israel di AS Tidak Sah karena Ini
IRGC Targetkan Posisi Militer AS di Kawasan Pasca Serangan di Selatan Iran
Lebanon Minta Kesepakatan dengan Israel Dimulai dengan Penarikan Pasukan dari Selatan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti ke Polda Metro-Banten
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Frank Lampard Perpanjang Kontrak di Coventry City
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Tegaskan Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas, Minta Penegakan Hukum Berpihak kepada Rakyat
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo: Saya Lihat Sendiri Polri Bangun 1.000 Dapur MBG, Kualitas Sangat Baik
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Statistik Pertandingan Amerika Serikat vs Bosnia: The Yanks Alergi Tim Eropa?
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.