Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan utama kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7).
Arahan-arahan tersebut mencakup penguatan penegakan hukum, menjaga demokrasi, pemberantasan kejahatan, hingga dukungan terhadap program strategis pemerintah.
Hukum Tak Boleh Jadi Alat KriminalisasiPrabowo meminta Polri menegakkan hukum secara adil tanpa menjadikan hukum sebagai alat kepentingan politik maupun kelompok tertentu. Ia menginstruksikan agar tidak boleh ada kriminalisasi, penyalahgunaan wewenang, maupun pihak yang kebal terhadap hukum.
Menurutnya, kepolisian harus menjadi pelindung masyarakat, terutama kelompok yang lemah, serta memberikan rasa aman bagi warga yang mencari keadilan.
"Tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar, beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun, kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Prabowo.
Prabowo mengingatkan agar Polri menjaga kualitas demokrasi Indonesia. Ia meminta kepolisian memastikan setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat secara damai, sekaligus menjaga agar demokrasi tidak dibajak oleh kelompok bermodal besar maupun dirusak oleh kepentingan asing.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang mengancam persatuan bangsa.
Menurutnya, pemerintah tetap menghormati kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi sekaligus menjadi sarana memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan.
Kendati demikian, Prabowo meminta agar demokrasi tidak dibajak oleh kelompok yang memiliki kekuatan finansial maupun dirusak oleh kepentingan asing yang dapat mengganggu kedaulatan bangsa.
"Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita. Tapi, keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," ujarnya.
Berantas Narkoba, Judol, hingga White Collar CrimePrabowo menyebutkan bentuk kejahatan peredaran narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, hingga praktik white collar crime masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia.
Ia meminta Polri untuk terus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap berbagai tindak kejahatan tersebut.
Prabowo menilai praktik korupsi, penyelundupan, perjudian daring, peredaran narkotika, hingga perdagangan manusia bukan sekadar pelanggaran hukum.
Persoalan ini dinilai dapat menggerus masa depan bangsa hingga menghambat pembangunan nasional.
"Saya tekankan kembali, narkotika adalah ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita. Judi online, ancaman yang sangat merugikan bangsa kita," kata Prabowo.
Kuasai Teknologi untuk Hadapi Kejahatan ModernMenteri Pertahanan 2019-2024 itu juga meminta Polri untuk meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan teknologi saat ini dinilai telah mengubah pola kejahatan sehingga aparat kepolisian harus memiliki kemampuan yang memadai untuk mengantisipasi persoalan baru yang muncul.
"Perang di suatu belahan bumi berpengaruh pada kita. Kejahatan pun semakin canggih dan terus berubah. Ancaman berubah. Teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," ujar Prabowo.
Peran Polri Dukung MBG dan Ketahanan Pangan
Dalam pidatonya kali ini, Prabowo memberikan apresiasi terhadap peran Polri yang dinilainya semakin aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah di luar tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia menyebut keterlibatan Polri telah memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan kepolisian telah berperan aktif membangun lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah.
"Saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini bahwa dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik," kata Prabowo.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu turut menyoroti kontribusi Polri terlihat melalui dukungannya terhadap peningkatan produksi jagung nasional.
Ia mengatakan institusi kepolisian turut membangun gudang-gudang penyimpanan pangan berkualitas yang dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan pangan.
"Polri hadir di desa-desa. Polri hadir di perbatasan. Saya melihat sendiri bagaimana program ketahanan pangan Polri sangat membantu ketahanan pangan nasional, khususnya di bidang produksi jagung," kata Prabowo.
Jaga Integritas, Dekat dengan RakyatKepala Negarq juga meminta seluruh anggota Polri menjaga integritas dan terus mengabdi kepada rakyat.
Ia mengingatkan bahwa Polri lahir dari perjuangan bangsa sehingga harus selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat, bekerja secara profesional, serta menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama dalam menjalankan tugas.
"Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," kata Prabowo.




