Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai upaya peningkatan ketahanan gizi di Indonesia.
Pandangan tersebut mengemuka dalam peluncuran laporan kesehatan ASEAN terbaru yang diterbitkan oleh organisasi EU-ASEAN Business Council di Jakarta, Selasa (30/6).
Direktur Eksekutif EU-ABC, Chris Humphrey, mengatakan berbagai inisiatif Indonesia di bidang gizi dan kesehatan masyarakat, termasuk program MBG dan upaya penurunan stunting, menunjukkan arah kebijakan yang tepat.
"Tantangan utamanya kini adalah memastikan implementasi berbagai program tersebut dapat berjalan secara efektif dalam skala yang luas. Seiring dengan langkah Indonesia dalam menjalankan berbagai inisiatif gizi yang ambisius seperti MBG, kolaborasi multipihak akan menjadi kunci untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi hasil yang terukur," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Ahli gizi sebut MBG penting untuk cegah penyakit tidak menular
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dapat membantu memperkuat ketahanan gizi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi jangka panjang.
Laporan bertajuk "Health, Nutrition & Lifestyle: Boosting ASEAN's Health and Economic Resilience Through a Life-Course Framework" menekankan pentingnya pendekatan berbasis siklus kehidupan (life-course approach) dalam memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi kawasan.
Laporan tersebut mengidentifikasi tiga pilar utama, yakni penguatan ketahanan gizi, penerapan gaya hidup sehat, dan peningkatan praktik perawatan mandiri (self-care) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Tiga pilar
Selain itu, laporan tersebut menempatkan kesehatan preventif sebagai investasi strategis yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi beban pembiayaan kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Baca juga: Saksi di MK: MBG tingkatkan fokus dan kehadiran siswa
Laporan yang disusun EU-ABC juga memuat 29 rekomendasi mengenai penguatan kerja sama antara pemerintah dan sektor industri untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperluas layanan kesehatan preventif, serta membangun sistem konsumsi pangan yang lebih berkelanjutan.
Diskusi dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya pergeseran pendekatan dari ketahanan pangan (food security) menuju ketahanan gizi (nutrition security), yakni memastikan pangan tidak hanya tersedia, tetapi juga aman, bergizi, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Sri Ridha Hasanah, menegaskan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan.
"Jika kita memiliki tujuan kesehatan masyarakat yang sama, maka selalu ada ruang untuk berkolaborasi. Kami tidak memandang pertumbuhan ekonomi dan kesehatan masyarakat sebagai dua hal yang saling bertentangan," katanya.
Baca juga: Prabowo apresiasi kontribusi Polri dukung ketahanan pangan dan MBG
Pandangan tersebut mengemuka dalam peluncuran laporan kesehatan ASEAN terbaru yang diterbitkan oleh organisasi EU-ASEAN Business Council di Jakarta, Selasa (30/6).
Direktur Eksekutif EU-ABC, Chris Humphrey, mengatakan berbagai inisiatif Indonesia di bidang gizi dan kesehatan masyarakat, termasuk program MBG dan upaya penurunan stunting, menunjukkan arah kebijakan yang tepat.
"Tantangan utamanya kini adalah memastikan implementasi berbagai program tersebut dapat berjalan secara efektif dalam skala yang luas. Seiring dengan langkah Indonesia dalam menjalankan berbagai inisiatif gizi yang ambisius seperti MBG, kolaborasi multipihak akan menjadi kunci untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi hasil yang terukur," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Ahli gizi sebut MBG penting untuk cegah penyakit tidak menular
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dapat membantu memperkuat ketahanan gizi, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi jangka panjang.
Laporan bertajuk "Health, Nutrition & Lifestyle: Boosting ASEAN's Health and Economic Resilience Through a Life-Course Framework" menekankan pentingnya pendekatan berbasis siklus kehidupan (life-course approach) dalam memperkuat ketahanan kesehatan dan ekonomi kawasan.
Laporan tersebut mengidentifikasi tiga pilar utama, yakni penguatan ketahanan gizi, penerapan gaya hidup sehat, dan peningkatan praktik perawatan mandiri (self-care) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Tiga pilar
Selain itu, laporan tersebut menempatkan kesehatan preventif sebagai investasi strategis yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi beban pembiayaan kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Baca juga: Saksi di MK: MBG tingkatkan fokus dan kehadiran siswa
Laporan yang disusun EU-ABC juga memuat 29 rekomendasi mengenai penguatan kerja sama antara pemerintah dan sektor industri untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperluas layanan kesehatan preventif, serta membangun sistem konsumsi pangan yang lebih berkelanjutan.
Diskusi dalam forum tersebut juga menyoroti pentingnya pergeseran pendekatan dari ketahanan pangan (food security) menuju ketahanan gizi (nutrition security), yakni memastikan pangan tidak hanya tersedia, tetapi juga aman, bergizi, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Sri Ridha Hasanah, menegaskan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan.
"Jika kita memiliki tujuan kesehatan masyarakat yang sama, maka selalu ada ruang untuk berkolaborasi. Kami tidak memandang pertumbuhan ekonomi dan kesehatan masyarakat sebagai dua hal yang saling bertentangan," katanya.
Baca juga: Prabowo apresiasi kontribusi Polri dukung ketahanan pangan dan MBG





