JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga meminta rencana integrasi layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, tidak mengurangi kenyamanan penumpang kereta api jarak jauh maupun pengguna KRL.
Tama (35) mengatakan, peningkatan jumlah penumpang yang berpotensi terjadi setelah layanan KRL terintegrasi perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan kepadatan di stasiun.
"Jangan sampai malah desak-desakan dan justru mempersulit penumpang, mau dia kereta jarak jauh ataupun KRL. Terus berarti harus ada antisipasi juga soal alur keluar masuknya. Kalau di Senen kan ada tuh, jadi harus dilihat juga," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2026).
Menurut Tama, ruang tunggu dan pintu masuk bagi penumpang KRL maupun kereta api jarak jauh perlu dipisahkan agar tidak membingungkan pengguna jasa.
"Ruang tunggu dan pintu masuk masing-masing harus dibedain. Jangan sampai justru penumpang kebingungan," tuturnya.
Baca juga: Soal Rencana KRL Berhenti di Gambir, Warga Minta Peron dan Akses Dipisah
Peron dan Sirkulasi Penumpang Jadi SorotanSenada, Rania (24), warga Bekasi, menilai pemisahan peron antara KRL dan kereta api jarak jauh menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan apabila rencana integrasi direalisasikan.
"Kenapa? Karena pasti akan crowded banget kalau digabung dan yang paling penting sirkulasi penumpang harus dirancang dengan baik," kata dia kepada Kompas.com, Rabu.
Menurut Rania, pemisahan fasilitas operasional menjadi penting agar kedua layanan dapat berjalan berdampingan tanpa mengganggu kenyamanan penumpang.
Sementara itu, Maharani (25), warga Jakarta Selatan, menilai pengaturan jadwal perjalanan juga perlu diperhatikan untuk mengurangi potensi kepadatan.
"Jamnya kali yang menyesuaikan biar enggak padat antara KRL dan jarak jauh," jelas dia saat ditemui Kompas.com di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Soal Stasiun Gambir Akan Layani Perjalanan KRL, Warga: Enggak Setuju, Bakal Makin Padat
Pemerintah Akan Integrasikan KRL dan KA Jarak JauhPemerintah berencana mengembangkan Stasiun Gambir menjadi simpul transportasi yang mengintegrasikan layanan kereta api jarak jauh dengan Kereta Rel Listrik (KRL).
Melalui proyek beautifikasi, Stasiun Gambir tidak hanya akan tampil lebih modern sebagai wajah baru layanan perkeretaapian nasional, tetapi juga berfungsi sebagai pusat konektivitas antarmoda yang memudahkan perpindahan penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, beautifikasi Stasiun Gambir merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kereta api sekaligus memperluas fungsi stasiun tersebut.
"Pemerintah berharap kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir. Nanti dengan wajah baru, Gambir akan menjadi semacam etalase atau wajah baru dari pelayanan kereta api kita, di mana Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh juga akan melayani KRL," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurut dia, layanan KRL akan dikombinasikan dengan perjalanan kereta api jarak jauh untuk memperkuat konektivitas antarlayanan.
Baca juga: Mengapa Blok M Kembali Jadi Magnet Anak Muda? Ini Cerita di Balik Kebangkitannya





