Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui bahwa institusi Polri masih jauh dari kata sempurna. Ia juga mengatakan Polri masih belum memenuhi harapan masyarakat meski telah berdiri selama 80 tahun.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di depan Presiden Prabowo Subianto pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 1 Juli 2026.
"Sebagaimana peribahasa 'tidak ada gading yang tak retak', begitupun perjalanan pengabdian Polri yang belum sepenuhnya sempurna," katanya.
Jenderal Bintang Empat itu berjanji akan menerima seluruh kritik dan masukan dari seluruh masyarakat terhadap Polri. Tujuannya, kata Sigit, agar Polri dapat berbenah dan bisa menjadi seperti yang diharapkan masyarakat.
"Kami maknai sebagai amanah demi meneguhkan darma bakti kami demi menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat," kata dia.
Sigit juga berterima kasih lantaran tingkat kepercayaan publik terhadap Polri telah bertambah menjadi 80,6 persen dalam survei Litbang Kompas.
Menurutnya hasil itu menjadi motivasi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk meningkatkan kualitas layanan dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.
Ia mengatakan semangat transformasi Polri juga menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menyambut momentum bonus demografi dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045.
"Agar bangsa kita siap menyambut momentum bonus demografi sebagai titik tolak mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama," imbuhnya.
Lebih lanjut Sigit mengungkapkan bahwa Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
Adapun dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat bagi para petani.
Rahmat Fatahillah Ilham




