MSG Bukan Musuh, Tetapi Solusi Memasak Praktis Bagi Keluarga

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Mitos monosodium glutamat (MSG) kerap menjadi kambing hitam masalah kesehatan tanpa landasan ilmiah.

Faktanya ancaman nyata justru datang dari konsumsi gula dan garam berlebih.

BACA JUGA: Sensasi Gurih MSG: Antara Fakta Ilmiah dan Persepsi Masyarakat

Untuk menangkal miskonsepsi ini, PT Sasa Inti menggelar Press Conference Sasa #MSGYangBenar, MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos pada Selasa (30/6) di Alun-Alun Surabaya.

Edukasi #MSGYangBenar kali ini menghadirkan panelis ahli yang dipandu oleh Indra Herlambang, yaitu Reisa Broto Asmoro (Health Experts), Mochamad Rizal, Dietisien (Health Experts), Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy.

BACA JUGA: HUT ke-56, Jamkrindo Menjamin Lebih Luas, Berdampak Lebih Nyata Bagi Perekonomian

Melalui kampanye ini, Sasa menegaskan bahwa #MSGYangBenar itu Sehat dan Lezat, sekaligus menjadi solusi cerdas memotong asupan gula dan garam.

Faktanya data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menunjukkan natrium dalam MSG hanya 12%, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40%.

BACA JUGA: Modus Penipuan Kripto Makin Canggih, Kesadaran Pengguna Jadi Kunci

Selain itu, Journal of Food Science mengungkapkan bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat memotong kebutuhan asupan garam dapur hingga 30% sekaligus meningkatkan penerimaan rasa (palatability) secara keseluruhan.

Artinya, MSG berbahan alami dari fermentasi tebu ini adalah partner terbaik untuk diet sehat rendah gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan.

"Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah," ujar Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti.

"Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada, untuk mendukung edukasi ini agar masyarakat dapat menvalidasi mitos vs fakta seputar MSG," imbuhnya.

Fakta membuktikan keamanan penggunaan MSG tidak perlu dipertanyakan lagi.

Bahkan Sasa telah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun melezatkan dapur setiap keluarga lintas generasi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Whoosh Jadi Primadona, Hampir 70 Ribu Wisman Masuk Jawa Barat Per Mei 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantu Anak Petani Untuk Kuliah, Pemkab. Karawang Siapkan Beasiswa
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Beredar CCTV Taufik Sempat Check-In saat Menyekap YTR
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Prestasi Untuk Negeri, Cetak Generasi Unggul, Festival Pelajar Jeneponto Vol I Siap Digelar
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Sistem Pendidikan Inklusif Masih Jauh dari Harapan, Lestari Moerdijat Soroti Masalah Biaya
• 16 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.