JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena bediding mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur seiring berlangsungnya musim kemarau 2026.
Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu minimum di beberapa daerah bahkan sudah mencapai di bawah 10 derajat Celsius.
Bediding merupakan fenomena udara dingin yang umum terjadi pada musim kemarau, khususnya pada periode Juli hingga September dengan puncaknya diperkirakan berlangsung pada Agustus.
Masyarakat diimbau menyiapkan pakaian hangat, terutama bagi yang beraktivitas pada malam dan pagi hari.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 2-3 Juli 2026, Simak Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Fenomena ini dipengaruhi oleh menguatnya angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia.
Selain itu, keberadaan badai tropis di wilayah utara Indonesia juga dapat memperkuat aliran udara dari Benua Australia ke Asia.
Dampaknya, kelembapan udara cenderung menurun, frekuensi hujan berkurang, dan suhu udara pada malam serta pagi hari menjadi lebih rendah.
Ciri-ciri fenomena bediding antara lain:
- Suhu udara pada pagi dan malam hari terasa lebih dingin.
- Kelembapan udara cenderung rendah.
- Frekuensi hujan mulai berkurang.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- jawa timur
- bediding
- suhu dingin




