Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Bisa Dibantu Hujan Buatan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tangerang: Upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi tantangan cuaca. Hingga beberapa hari ke depan, peluang pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dinilai masih kecil karena potensi hujan di wilayah tersebut masih rendah.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman sementara waktu lebih mengandalkan penyiraman secara konvensional dan dukungan helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses dari darat.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto, mengatakan hasil pemantauan dinamika atmosfer menunjukkan pertumbuhan awan hujan belum cukup mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil untuk dilakukan modifikasi cuaca, sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," kata Hartanto, Rabu, 1 Juli 2026.

Baca Juga :

Asap Pekat TPA Jatiwaringin Ancam Warga, 60 Orang Sesak Napas hingga Pusing
 
Hartanto menjelaskan kondisi atmosfer akan terus dipantau setiap hari. Apabila nantinya muncul potensi pertumbuhan awan yang memadai, BMKG akan berkoordinasi untuk mendukung pelaksanaan penyemaian awan.

"Kondisi tersebut akan dimonitor secara rutin setiap hari, modifikasi cuaca dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," jelas Hartanto.

Menurutnya, selama kondisi cuaca belum mendukung, pemadaman melalui penyiraman darat dan operasi helikopter water bombing menjadi pilihan utama untuk mengendalikan kobaran api.

Petugas dari BPBD melakukan penyemprotan air di area kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (1/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dua unit Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai langkah antisipasi apabila kondisi atmosfer memungkinkan untuk dilakukan penyemaian awan.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pelaksanaan TMC tetap membutuhkan dukungan kondisi cuaca yang sesuai serta koordinasi dengan BMKG.

"BNPB juga akan menyiagakan 2 unit teknologi modifikasi cuaca (TMC). TMC itu kan modifikasi cuaca. Sehingga saya perlu ada awan untuk menebar garam ke lokasi kebakaran. Ini perlu juga berkoordinasi dengan BMKG," ujar Djohan.

Selain itu, BNPB mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah tersebut diambil karena kondisi tumpukan sampah yang labil membuat kendaraan pemadam kesulitan menjangkau pusat kebakaran.

"Diperbantukan 2 unit heli water bombing yang saat ini sudah ada di Bandara Pondok Cabe. Nantinya di Pondok Cabe itu akan dipasang bucket untuk ngisi airnya. Jadi di sebelah sini (TPA Jatiwaringin) juga terdapat danau. Jadi, bisa cepat," kata Djohan.

Ia menambahkan, angin kencang dan kepulan asap tebal masih menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman di lapangan.

"Mudah-mudahan ini bisa dipercepat lagi helikopter water bombing merapat ke lokasi TPA," ucap Djohan.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerdas Menghadapi Kematian
• 53 menit lalurepublika.co.id
thumb
KPK duga pengusaha dapat proyek Rp2,1 miliar usai bantu suap jabatan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
DPR: HUT Ke-80 Bhayangkara Momentum Pembenahan Menyeluruh Polri
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Diperkuat
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Situs Freelance yang Bisa Dicoba untuk Dapatkan Penghasilan Tambahan
• 17 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.