Apple resmi menaikkan harga sejumlah lini MacBook di Indonesia. Kenaikan ini terjadi pada MacBook Neo, MacBook Air M5, hingga MacBook Pro M5 dengan selisih harga yang mencapai jutaan rupiah dibandingkan harga sebelumnya.
MacBook Neo menjadi model yang mengalami kenaikan cukup signifikan untuk kelas entry level. Sementara itu, lini MacBook Air M5 dan MacBook Pro M5 juga mengalami penyesuaian harga hingga lebih dari Rp 8 juta pada beberapa varian.
Berikut daftar harga terbaru MacBook di Indonesia.
MacBook Neo256GB: Rp 13.499.000 (sebelumnya Rp 10.749.000, naik Rp 2.750.000)
512GB: Rp 15.749.000, sebelumnya Rp 12.999.000, naik Rp 2.750.000)
16GB/512GB: Rp 25.249.000 (sebelumnya Rp 23.999.000, naik Rp 1.250.000)
16GB/1TB: Rp 31.499.000 (sebelumnya Rp 27.499.000, naik Rp 4.000.000)
16GB/512GB: Rp 28.999.000 (sebelumnya Rp 24.499.000, naik Rp 4.500.000)
16GB/1TB: Rp 35.499.000 (sebelumnya Rp 27.999.000, naik Rp 7.500.000)
24GB/1TB: Rp 39.499.000 (sebelumnya Rp 31.499.000, naik Rp 8.000.000)
16GB/1TB: Rp 38.499.000 (sebelumnya Rp 31.499.000, naik Rp 7.000.000)
24GB/1TB: Rp 42.999.000 (sebelumnya Rp 34.499.000, naik Rp 8.500.000)
Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook sudah mewanti-wanti kenaikan harga produk Apple tidak bisa dihindari. Lonjakan harga chip AI dan memori menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Apple melakukan penyesuaian harga produknya di berbagai pasar, termasuk Indonesia.
Produsen memori global saat ini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan industri AI. Permintaan terhadap high-bandwidth memory (HBM) yang dipakai GPU AI meningkat tajam, sehingga produksi DRAM dan NAND untuk perangkat konsumen ikut tertekan.
Kondisi tersebut menyebabkan biaya bahan baku laptop dan smartphone meningkat sepanjang tahun ini. Sejumlah analis industri sebelumnya juga memperkirakan tren kenaikan harga perangkat elektronik premium akan terus berlanjut selama pasokan memori masih terbatas dan investasi AI global terus meningkat.





