BINUS Usung AI for Life, Siap Bawa Inovasi AI Indonesia ke Panggung Dunia

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), Indonesia mulai mengambil peran lebih besar dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
Momentum tersebut ditandai dengan diperkenalkannya gagasan "AI for Life" oleh BINUS University, sekaligus penunjukan kampus tersebut sebagai tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi bertaraf internasional yang akan digelar di Bali.
 
Bertepatan dengan perayaan 45 tahun berdirinya BINUS University, inisiatif AI for Life menjadi salah satu fokus utama kampus tersebut dalam mendorong transformasi digital nasional. 

Gagasan ini lahir melalui Dewan Guru Besar BINUS sebagai upaya agar kecerdasan buatan dimanfaatkan secara etis untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing Indonesia, bukan sekadar menjadi alat otomatisasi.
 
Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., mengatakan AI harus ditempatkan sebagai teknologi yang mendukung manusia, bukan menggantikannya.
 
"Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," ujar Prof. Harjanto.
  AI for Life Dorong Indonesia Naik Kelas di Era AI Konsep AI for Life dibangun melalui tiga fokus strategis yang mencakup aspek teknologi, industri, hingga kebijakan nasional.
 
Pada bidang Teknologi, Engineering, dan IT, para akademisi BINUS menilai Indonesia perlu bergerak dari sekadar menjadi pengguna AI menuju negara yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial melalui teknologi tersebut. 
 
Transformasi itu mencakup penguatan infrastruktur data, perlindungan privasi, etika AI, hingga pengembangan talenta digital.
 
Di sektor bisnis dan industri kreatif, AI diposisikan sebagai mitra untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat inovasi. Namun, teknologi dinilai tetap harus berjalan berdampingan dengan kreativitas, empati, serta nilai budaya yang dimiliki manusia.
 
Sementara itu, dari sisi geopolitik, hukum, dan kebijakan nasional, AI dinilai perlu didukung regulasi yang adaptif. Fokusnya meliputi kedaulatan data, keamanan siber, mitigasi ancaman digital, hingga kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan publik dan percepatan inovasi.
  Indonesia Mengisi Panggung QS Higher Ed Summit 2026 Komitmen tersebut akan diperluas melalui QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang akan berlangsung pada 3-5 November 2026 di Bali International Convention Centre.
 
Forum bertema "Advancing Education for Purpose and Impact" ini diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara, terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, regulator, hingga pelaku industri teknologi.
 
President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, menilai penunjukan BINUS sebagai tuan rumah bukan sekadar pencapaian institusi, tetapi juga kesempatan memperlihatkan perkembangan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia di mata dunia.
 
"Kesempatan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 bukan hanya sebagai pencapaian bagi BINUS, tetapi juga momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global," ujar Stephen.
 
Sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027, BINUS menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem AI nasional.
 
Regional Partnership Director QS, E Way Chong, juga menyebut Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi pusat diskusi mengenai masa depan pendidikan dan teknologi di kawasan Asia Pasifik.
 
"Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi tuan rumah dialog penting mengenai masa depan kawasan ini. Dengan rekam jejak 45 tahun serta komitmen yang kuat terhadap dampak nyata teknologi, BINUS University menjadi mitra yang ideal untuk menyelenggarakan forum berskala internasional ini," katanya.
 
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menambahkan bahwa kemajuan teknologi hanya dapat memberikan dampak maksimal apabila dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.
 
"Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi dan teknologi tumbuh melalui dialog terbuka serta jejaring yang kuat. Melalui perayaan 45 tahun ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi dunia," tutup Nelly.
 
BINUS University berharap konsep AI for Life dapat menjadi pemicu lahirnya kolaborasi baru antara dunia pendidikan, industri teknologi, dan pemerintah, sehingga pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siklus kekerasan dalam relasi bisa menjerat korban
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Piala Dunia 2026 AS vs Bosnia 2-0: Balogun Jadi Pahlawan Sekaligus Petaka
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bongkar 718 Kasus Judi Online, Polri Sita Rp1,75 Triliun dan Jerat Ribuan Pelaku, Ini Pasal Hukumnya
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
PSIS Resmi Umumkan Staf Pelatih Baru untuk Championship 2026/2027, Hamka Hamzah Jadi Sorotan
• 21 jam lalubola.com
thumb
Rusia Krisis Bahan Bakar, Akankah Putin Terpaksa Bernegosiasi?
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.