JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan, mengatakan pemerintah telah memberikan dukungan dalam proses pemulangan jenazah, pemakaman, serta pengurusan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan terhadap 5 calon manajer Kopdes dan Kampung Desa Nelayan yang meninggal.
Ia merinci santunan dari Kementerian Pertahanan masing-masing senilai Rp50 juta.
Sementara itu, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan masih dalam proses penghitungan dan pencairan.
BACA JUGA:Pelabuhan Indonesia Bersiap Go Global, Kemenko Pangan Dorong Green and Smart Port Lewat GSPI ASRI 2026
Namun, ia memperkirakan jumlah santunan dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42 Juta.
"Santunan yang dari Kementerian Pertahanan kita berikan Rp50 juta, kemudian untuk yang dari BPJS itu kemungkinan sekitar Rp42 juta. Kami belum tahu angka pastinya karena ini sudah kami proses terkait yang dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Donny di DPR RI, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Donny, besaran santunan BPJS akan disesuaikan dengan penyebab kematian peserta.
Pemerintah masih melakukan verifikasi apakah kasus yang terjadi masuk dalam kategori meninggal karena sakit atau kecelakaan kerja.
Ia menjelaskan, apabila kematian dikategorikan karena sakit, santunan yang diberikan diperkirakan sekitar Rp42 juta.
BACA JUGA:Persiapan PN Jakarta Timur Hadapi Lonjakan Massa di Sidang Roy Suryo - dr Tifa
Namun jika masuk kategori kecelakaan, nilai santunan dapat mencapai sekitar Rp118 juta.
"Karena ada yang meninggal karena kecelakaan atau meninggal karena sakit. Nanti kita lihat kriterianya apakah masuk kecelakaan atau masuk karena sakit. Kalau sakit sekitar Rp42 juta, kalau kecelakaan sekitar Rp118 juta," ungkap Donny.
Donny menyebut uang tersebut berasal dari anggaran yang disiapkan oleh pemerintah.
"Dari pemerintah kan sudah mengalokasikan anggaran ya. Ada anggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini. Baik untuk seleksi ataupun untuk pelaksanaan kegiatan operasional," jelasnya.
"Jadi itu anggaran itu termasuk mereka juga kita ganti tiketnya mereka berangkat ke tempat latihan, balik lagi itu juga sudah kita alokasikan anggaran untuk itu ya," tutupnya.





