HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Sementara itu, IAS setelah menerima diskresi dari DPP Golkar, diwajibkan mendapatkan 30 persen dukungan pemilih dalam Musda Golkar Sulsel.
Pekan lalu, IAS mengundang DPD II se-Sulsel untuk melakukan sosialisasi di kediamannya di Jalan Batu Putih. Sejumlah tokoh senior Golkar daerah datang.
IAS telah mengantongi dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depidar Soksi) Sulsel. Organisasi ini merupakan pendiri Partai Golkar.
Ketua Depidar Soksi Sulsel Andi Patarai Amir menyatakan dukungan penuh kepada IAS untuk memimpin DPD I Golkar Sulsel. Dukungan tersebut disampaikan setelah terbitnya surat diskresi dari Ketua Umum Partai Golkar yang memberikan mandat kepada IAS untuk melakukan konsolidasi menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.
“Saya bersama teman-teman pengurus DPD Soksi Sulsel menyerahkan dukungan penuh kepada Pak Ilham Arief Sirajuddin,” ujar Patarai Amir beberapa waktu lalu.
Dukungan kepada IAS bukan semata-mata karena adanya surat diskresi dari DPP Partai Golkar, tetapi juga karena rekam jejak dan pengalaman kepemimpinan IAS selama memimpin Golkar Sulsel.
“Salah satu alasannya memang karena adanya diskresi tersebut. Namun secara pribadi saya sudah lama bersama Pak IAS. Saya pernah dipimpin beliau saat menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, sementara saya saat itu masih menjabat Bendahara Golkar Maros,” katanya.
Kepiawaian IAS dalam memimpin dan membesarkan Partai Golkar Sulsel sudah terbukti dan tidak perlu diragukan lagi. Menurut Patarai Amir, IAS merupakan figur yang memiliki pengalaman politik yang matang, jaringan yang kuat, serta kemampuan untuk mengonsolidasikan seluruh elemen Partai Golkar guna menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Kami memandang bahwa IAS adalah sosok yang tepat untuk memimpin DPD I Golkar Suslel. Beliau memiliki pengalaman, kapasitas, dan komitmen untuk membawa Partai Golkar semakin solid, maju, dan mampu menjawab harapan kader maupun masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Patarai Amir.
Dukungan yang diberikan oleh Soksi Sulsel merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar serta mendorong hadirnya kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan dan semangat perjuangan partai. (ams/zuk)





