Kronologi Pembunuhan Anak Punk di Bekasi Akibat Cinta Segitiga, Nama Selebgram Mondy Tatto Ikut Terseret

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pembunuhan anak punk di Bekasi akibat cinta segitiga. Nama selebgram Mondy Tatto ikut terseret.

Dua anak punk di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, cekcok hingga terjadi penikaman gara-gara masalah asmara, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Berikut kronologi pembunuhan anak punk di Bekasi akibat cinta segitiga. Nama selebgram Mondy Tatto ikut terseret.

Dari rekaman video yang beredar, Mondy Tatto (25) disebut turut diamankan oleh jajaran Polsek Cikarang Barat. Meski demikian, posisinya bukan sebagai pelaku utama penikaman, melainkan saksi penting karena berada di lokasi kejadian dan diduga menjadi salah satu pemicu konflik yang berujung maut antara dua pria tersebut.

Kasus pembunuhan ini diduga berawal dari hubungan asmara yang rumit. Mondy diketahui menjalin hubungan dengan pelaku penusukan.

Namun, korban berinisial FA juga disebut memiliki kedekatan khusus dengannya. Bahkan, FA diketahui tinggal serumah dengan Mondy di sebuah kontrakan di wilayah Cikarang Barat.

Kedekatan antara korban dan Mondy inilah yang diduga memicu rasa cemburu mendalam pada pelaku hingga berujung tindakan nekat.

Peristiwa penikaman terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari. Perselisihan antara korban dan pelaku sebenarnya telah terjadi sejak sore hari di area Pasar Beras Cikarang Jati.

Konflik tersebut mencapai puncaknya menjelang subuh sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Kalijaya, ketika pelaku menyerang korban secara brutal.

FA dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami sekitar lima luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan perut akibat serangan menggunakan pisau. Kapolsek Cikarang Barat, Dimas Adhit Putranto, menjelaskan bahwa setelah melakukan penusukan, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang.

"Setelah menerima laporan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi," ujar Dimas Adhit pada Minggu (28/6/2026), dikutip dari Kompas.com.

 

Meski sempat melarikan diri, pelaku akhirnya berhasil ditangkap dalam waktu singkat oleh tim Buser Polsek Cikarang Barat bersama Polres Metro Bekasi.

Ketua RT setempat, Boy Sandi, membenarkan bahwa perselisihan antara pelaku dan korban akibat memperebutkan Mondy Tatto sebenarnya sudah terjadi sejak sehari sebelumnya. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, adu mulut tersebut bermula di area Pasar Beras Cikarang Jati sebelum akhirnya berlanjut hingga ke wilayah Kalijaya.

"Kami juga tidak tahu persis awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok dari sore, lalu menjelang subuh ada warga melapor kepada kami. Saat kami datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Boy menyebut korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurutnya, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.

"Kayaknya sama-sama pengamen. Mungkin ada masalah sedikit. Sepertinya ada motif asmara, barangkali ada rasa cemburu," katanya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan diketahui telah mengontrak rumah sekitar delapan bulan. Selama itu, menurut Boy, tidak pernah ada persoalan yang menonjol.

"Selama di sini tidak pernah bikin masalah. Paling cekcok biasa dengan teman-temannya. Baru kali ini sampai ada korban meninggal," tandasnya.

Melansir dari TribunewsBogor.com, Mondy Tatto (25) dikenal publik sebagai seorang vespunk perempuan dengan tato ekstrem yang menghiasi hampir seluruh tubuhnya, bahkan hingga menutupi wajah serta bola matanya.

Tato pada bagian mata tersebut dibuat oleh rekannya yang bukan seniman tato profesional. Akibatnya, Mondy mengaku sempat mengalami gangguan penglihatan selama kurang lebih satu minggu.

Seperti kebanyakan anak punk, Mondy sangat dekat dengan kehidupan jalanan yang pernah menjadi tempat tinggalnya. Saat masih menjalani kehidupan sebagai anak punk, ia terkadang tinggal di rumah kontrakan.

Namun, ketika tidak sanggup membayar biaya sewa, ia kembali hidup di jalanan. Mondy juga dikabarkan pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga. Ia memiliki seorang putra yang kini berusia 7 tahun.

Di tengah kerasnya kehidupan jalanan, Mondy sempat menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan keinginannya untuk berhijrah dan mulai menghapus beberapa tato di tubuhnya karena merasa hal tersebut tidak selaras dengan ajaran Islam. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Sulsel Masuk Lima Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Berkat Inovasi Smart School dan Kinerja Pembangunan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Serba-serbi HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas Bogor
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Pilot Amerika Diduga Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik Papua, Ini Identitasnya
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Puan Bantah Anggapan PDIP Abu-abu: Enggak Kok, Kita Jelas
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.