Bursa Asia Melemah, Saham Chip Tertekan akibat Kekhawatiran AI

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (2/7/2026) setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul penguatan beberapa sesi sebelumnya.

Bursa Asia Melemah, Saham Chip Tertekan akibat Kekhawatiran AI. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Kamis (2/7/2026) setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul penguatan beberapa sesi sebelumnya.

Tekanan terutama terlihat pada saham teknologi dan semikonduktor setelah aksi jual saham perusahaan chip di Wall Street kembali memicu kekhawatiran mengenai valuasi sektor kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
WIFI Sebar Dividen Rp10,62 Miliar, Cair Akhir Juli 2026

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,05 persen setelah mencatat kenaikan dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut. Saham teknologi domestik ikut tertekan mengikuti pelemahan saham produsen chip di indeks Nasdaq Composite pada Rabu.

Analis Commerzbank Research menyebut, dikutip Dow Jones Newswires, rotasi investasi keluar dari saham semikonduktor menjadi tema utama pasar saat ini.

Baca Juga:
Harga Emas Menguat usai Rilis Data Kerja AS dan Komentar Warsh

Investor mulai merealisasikan keuntungan setelah sektor tersebut mencatat reli kuat sepanjang paruh pertama tahun ini.

Tekanan lebih besar terjadi di Korea Selatan. Indeks acuan KOSPI sempat jatuh 6,25 persen atau 519,03 poin ke level 7.784,38 di awal sesi, sebelum akhirnya memangkas penurunan menjadi 2,75 persen.

Baca Juga:
Wall Street Melemah Sehari Setelah Catatkan Kuartal Terbaiknya dalam Enam Tahun

Bursa Korea bahkan sempat menghentikan sementara transaksi jual berbasis program setelah mekanisme sidecar terpicu.

Melansir dari Reuters, pelemahan tersebut dipicu aksi jual global terhadap saham perusahaan chip setelah rencana Meta Platforms untuk menjual kapasitas komputasi memunculkan kekhawatiran mengenai potensi kelebihan kapasitas infrastruktur AI.

Mata uang won Korea Selatan melemah, sementara imbal hasil obligasi acuan meningkat seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan negara tersebut.

Di kawasan lain, indeks Shanghai Composite China turun 0,95 persen dan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah tipis 0,08 persen.

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,35 persen dan indeks STI Singapura naik 0,53 persen.

Pergerakan negatif di Asia mengikuti pelemahan di Wall Street.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) sempat bergerak positif sepanjang sebagian besar perdagangan Rabu, tetapi berbalik melemah menjelang penutupan akibat kekhawatiran bahwa saham perusahaan AI dan chip telah mengalami kenaikan terlalu tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 13,96 poin atau 0,03 persen ke 52.305,24, setelah sebelumnya mencetak rekor penutupan tertinggi.

Indeks Nasdaq Composite melemah 173,69 poin atau 0,66 persen menjadi 26.040,03, sedangkan S&P 500 turun 16,13 poin atau 0,22 persen ke 7.483,23.

Sementara itu, bursa utama Eropa bergerak beragam. Indeks FTSE 100 Inggris turun 0,18 persen dan CAC 40 Prancis melemah 0,79 persen, sedangkan DAX Jerman menguat 0,18 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa didakwa soal tuduhan ijazah palsu dan nama baik Jokowi
• 16 menit laluantaranews.com
thumb
Chris Brown Harus Bayar Rp 233 Miliar ke ART Terkait Kasus Penyerangan Anjing
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Hoaks! MK dan DPR resmi hentikan MBG
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Pihak Keisya Levronka Gugat Untar dengan Nilai Ganti Rugi Sebesar Rp 1 Miliar
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
TikTok Buka Suara Soal Kabar PHK Karyawan Tokopedia
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.